Jakarta – Ceker ayam adalah salah satu makanan favorit yang banyak digemari oleh masyarakat Indonesia. Teksturnya yang kenyal dan rasanya yang gurih membuat banyak orang ketagihan dengan makanan yang satu ini. Namun, ada banyak pertanyaan seputar apakah ceker ayam mengandung kolesterol. Yuk, kita cek fakta lengkapnya di sini.
Ceker Ayam: Makanan Favorit yang Mudah Diolah
Ceker ayam termasuk bahan makanan yang sangat mudah diolah. Bisa digoreng tepung hingga kriuk, dibalut dengan bumbu pedas, atau dimasak dengan aneka cara lainnya. Namun, meski lezat, banyak yang penasaran mengenai kandungan gizi dalam ceker ayam, terutama soal kolesterol.
Apakah Ceker Ayam Mengandung Kolesterol?
Secara umum, ceker ayam memiliki berbagai kandungan nutrisi yang bermanfaat. Salah satunya adalah kolagen, yang dikenal dapat membantu menjaga elastisitas kulit dan mendukung kesehatan tulang serta persendian.
Mengutip dari Healthline, ceker ayam mengandung 14 gram protein dalam setiap 100 gramnya, di mana sekitar 70 persen dari protein tersebut adalah kolagen. Selain itu, ceker ayam juga mengandung karbohidrat, serta vitamin dan mineral penting seperti kalsium, fosfor, vitamin A, dan folat.
Namun, yang menjadi pertanyaan adalah, apakah ceker ayam mengandung kolesterol?
Kandungan Kolesterol dalam Ceker Ayam
Perlu dicatat bahwa sebagian besar ceker ayam terdiri dari kulit ayam, yang merupakan bagian yang dikenal tinggi lemak, termasuk kolesterol.
Pengolahan ceker ayam juga dapat memengaruhi kandungan kolesterol. Misalnya, ceker ayam yang digoreng dengan tepung (deep-fried) akan mengandung lemak trans yang lebih tinggi. Lemak trans ini dapat meningkatkan kadar kolesterol, trigliserida, serta meningkatkan peradangan dalam tubuh.
Ahli Gizi Mengungkapkan Kandungan Lemak dan Kolesterol pada Ceker Ayam
Menurut Tri Kurniawati, ahli gizi dari Universitas Muhammadiyah Surabaya, dalam 100 gram ceker ayam terkandung sekitar 5,5 gram lemak jenuh dan sekitar 84 miligram kolesterol. Angka ini setara dengan sekitar 20 persen kebutuhan kolesterol harian untuk orang dewasa.
Meskipun konsumsi 100 gram ceker ayam sesekali tidak akan menimbulkan masalah kesehatan, yang perlu diwaspadai adalah jika ceker ayam dikonsumsi dalam jumlah besar atau secara rutin setiap hari.
Dampak Konsumsi Ceker Ayam Berlebihan
Tri Kurniawati menambahkan, “Konsumsi ceker ayam dalam jumlah banyak atau terlalu sering dapat meningkatkan kadar kolesterol dalam tubuh,” yang berisiko meningkatkan peluang terjadinya penyakit jantung dan stroke.
Oleh karena itu, sebagai langkah pencegahan, Tri Kurniawati menyarankan agar konsumsi ceker ayam dibatasi, yakni tidak lebih dari tiga kali dalam seminggu.
Kesimpulan
Meskipun ceker ayam kaya akan kolagen dan bergizi, kita perlu bijak dalam mengonsumsinya, terutama jika kita memperhatikan kandungan kolesterol yang ada di dalamnya. Batasi konsumsi ceker ayam, terutama dalam jumlah besar, agar kesehatan tetap terjaga.

