Jakarta — Kadar kolesterol tinggi dalam darah dapat meningkatkan risiko penyakit jantung. Oleh karena itu, menjaga kestabilan kolesterol menjadi hal penting, salah satunya melalui pemanfaatan obat herbal yang bersifat alami.

Untuk menurunkan kolesterol, perubahan gaya hidup tetap menjadi langkah utama. Pola makan seimbang, olahraga teratur, serta mengurangi konsumsi lemak jenuh perlu dilakukan secara konsisten. Selain itu, sejumlah obat herbal dipercaya dapat membantu mendukung gaya hidup sehat tersebut.

Menurut Mayo Clinic, kolesterol tinggi dapat disebabkan oleh faktor genetik yang diturunkan dari orang tua. Namun, dalam banyak kasus, kondisi ini juga dipicu oleh gaya hidup tidak sehat, seperti kurang aktivitas fisik, pola makan tidak seimbang, serta konsumsi lemak jenuh berlebihan.

Dihimpun dari berbagai sumber, berikut tujuh obat herbal untuk kolesterol tinggi yang kerap dijadikan alternatif alami.

1. Bunga Rosela

Teh bunga rosela dikenal memiliki manfaat bagi kesehatan jantung. Seperti dilansir Harvard Health Publishing, sejumlah penelitian menunjukkan konsumsi teh atau ekstrak bunga rosela dapat membantu menurunkan kadar kolesterol jahat (LDL) serta trigliserida dalam darah.

Meski demikian, bagi yang sedang mengonsumsi obat diuretik seperti hydrochlorothiazide atau aspirin, disarankan berkonsultasi terlebih dahulu karena adanya potensi interaksi obat.

2. Jahe

Selain sering digunakan untuk menghangatkan tubuh, jahe juga dipercaya berkhasiat membantu mengatasi kolesterol tinggi. Mengutip Everyday Health, konsumsi jahe disebut dapat membantu menurunkan kadar kolesterol LDL dan trigliserida.

Konsumsi jahe secara rutin juga diyakini dapat membantu menjaga kesehatan pembuluh darah dan menurunkan risiko penyakit jantung.

3. Biji Rami

Biji rami mengandung asam lemak omega-3 jenis alpha-linolenic acid (ALA) yang bermanfaat bagi kesehatan jantung. Menurut Healthline, hasil penelitian mengenai pengaruh biji rami terhadap kolesterol memang beragam.

Namun, beberapa studi menunjukkan bahwa konsumsi biji rami dapat membantu menurunkan kolesterol, terutama pada individu dengan kadar kolesterol tinggi dan perempuan pascamenopause.

4. Astragalus

Astragalus merupakan tanaman herbal yang banyak digunakan dalam pengobatan tradisional Tiongkok untuk meningkatkan daya tahan tubuh. Tanaman ini memiliki sifat antibakteri dan antiinflamasi, serta dikenal sebagai adaptogen yang membantu tubuh menghadapi stres.

Meski bukti ilmiah mengenai pengaruh astragalus terhadap kolesterol masih terbatas, sejumlah studi awal menunjukkan potensi manfaatnya bagi kesehatan jantung.

5. Daun Kemangi

Mengutip Times of India, daun kemangi mengandung senyawa xenoyl yang dipercaya dapat membantu menurunkan kadar kolesterol dalam darah. Selain itu, kemangi juga memiliki sifat antibakteri dan antijamur yang membantu proses detoksifikasi tubuh.

Daun kemangi dapat dikonsumsi dengan cara direbus dan diminum airnya secara rutin.

6. Bawang Putih

Bawang putih mengandung senyawa allicin yang diyakini dapat menghambat produksi kolesterol di hati. Melansir Very Well Health, suplemen bawang putih disebut mampu menurunkan kadar kolesterol LDL hingga sekitar 10 mg/dL.

Meski tersedia dalam bentuk suplemen, konsumsi bawang putih dalam dosis tinggi perlu diperhatikan karena dapat menyebabkan gangguan pencernaan dan bau mulut.

7. Citrus Bergamot

Citrus bergamot merupakan buah asal Italia Selatan yang kaya akan polifenol dan flavonoid. Kedua senyawa ini bekerja pada enzim di hati yang terlibat dalam proses sintesis kolesterol, sehingga berpotensi menurunkan kadar LDL dan trigliserida.

Citrus bergamot umumnya dikonsumsi dalam bentuk kapsul atau tablet. Meski relatif aman untuk penggunaan jangka pendek, keamanan penggunaan jangka panjang masih memerlukan penelitian lebih lanjut.

Penggunaan obat herbal untuk kolesterol tinggi dapat menjadi pilihan alami dalam mendukung pengelolaan kadar kolesterol. Meski demikian, konsultasi dengan dokter tetap disarankan sebelum memulai konsumsi obat herbal, terutama bagi yang sedang menjalani pengobatan tertentu.