Jakarta – Pemilihan pelatih baru untuk Timnas Indonesia kini mengerucut pada dua kandidat utama: Giovanni van Bronckhorst dan John Herdman. Siapakah yang akan dipilih oleh PSSI untuk menangani Timnas Indonesia?
Jika dilihat dari sisi pengalaman dan pencapaian, Giovanni van Bronckhorst tentu memiliki nama yang lebih besar. Sebagai pemain, Van Bronckhorst pernah bermain di klub-klub top dunia seperti Arsenal dan Barcelona. Gelar-gelar bergengsi seperti Liga Belanda, Liga Inggris, Liga Spanyol, dan Liga Champions Eropa pernah ia raih, menjadikannya salah satu pemain yang sangat dihormati di dunia sepak bola.
Setelah pensiun, pria asal Maluku ini beralih menjadi pelatih dan membuktikan kemampuannya. Van Bronckhorst sukses membawa Feyenoord meraih gelar Eredivisie Belanda, dan di tim-tim lainnya, ia selalu mencatatkan kesuksesan.
Namun, ada sisi yang perlu dicermati dalam perbandingan dengan John Herdman. Meskipun tidak memiliki prestasi setinggi Van Bronckhorst sebagai pemain, Herdman telah menunjukkan kualitasnya sebagai pelatih yang handal. Di Piala Dunia Wanita FIFA, ia berhasil mengantar timnas Kanada meraih hasil gemilang. Pada 2022, dia juga berhasil membawa timnas Kanada lolos ke Piala Dunia 2022 di Qatar.
Perbedaan Rekam Jejak Pelatih
Satu hal yang membedakan keduanya adalah rekam jejak melatih di level internasional. Van Bronckhorst tidak pernah melatih tim nasional, ia lebih dikenal sebagai pelatih klub. Setelah menangani beberapa klub besar di Belanda, China, Skotlandia, dan Turki, ia kini melatih Glasgow Rangers di Skotlandia.
Sementara itu, John Herdman lebih berpengalaman melatih tim nasional, meski awalnya menangani timnas putri Kanada. Herdman memulai kariernya dengan timnas putri pada 2006 dan sukses membawa timnas putri Kanada tampil di berbagai turnamen besar. Pengalaman internasionalnya lebih mendalam dan dia sudah terbiasa dengan pola kerja timnas.
Meski demikian, Van Bronckhorst memiliki pengalaman di Asia, terutama saat melatih di China. Hal ini memberi dia perspektif tambahan dalam menghadapi sepak bola Asia, yang bisa sangat berguna untuk Timnas Indonesia.
Harga dan Kontrak Pelatih
Dari segi nilai kontrak, John Herdman diperkirakan memiliki harga yang lebih terjangkau dibandingkan Van Bronckhorst. Meskipun Herdman sukses membawa Kanada ke Piala Dunia 2022, prestasinya tidak seprestisius Van Bronckhorst, yang memiliki lebih banyak gelar dari berbagai liga besar Eropa.
Namun, siapa pun yang terpilih harus siap menghadapi tekanan tinggi dari suporter Indonesia, pengamat sepak bola, dan tentu saja keluarga besar PSSI. Setelah masa kepelatihan Shin Tae-yong, standar pelatih Timnas Indonesia telah ditingkatkan, dan PSSI tidak ingin kembali memilih pelatih yang kualitasnya diragukan, seperti yang pernah terjadi dengan Patrick Kluivert dan Alex Pastoor.
Target Besar PSSI: Piala AFF 2026 dan Piala Asia 2027
PSSI kini memiliki dua target besar yang harus dicapai, setidaknya selama masa jabatan Erick Thohir sebagai ketua PSSI yang berakhir pada 2027. Target pertama adalah Piala AFF 2026, yang akan berlangsung pada pertengahan tahun depan, setelah Piala Dunia 2026. Dengan komposisi pemain yang ada, meraih gelar juara Piala AFF 2026 tampaknya menjadi hal yang realistis.
Selain itu, PSSI juga menargetkan agar Timnas Indonesia bisa lolos dari babak grup di Piala Asia 2027, yang akan digelar pada awal tahun tersebut. Indonesia berhasil lolos dari babak grup pada edisi sebelumnya, dan PSSI berharap pencapaian serupa bisa diraih pada Piala Asia 2027.
Jika kedua target tersebut tercapai, rasa cinta dan dukungan publik terhadap Timnas Indonesia akan semakin besar. Publik pun tidak akan ragu untuk mendukung tim nasional hingga Piala Dunia 2030.
Siapa yang Akan Wujudkan Harapan Besar Ini?
Kandidat pelatih yang berhasil memenuhi dua target besar ini—Piala AFF 2026 dan lolos babak grup Piala Asia 2027—tentu akan menjadi pilihan ideal bagi PSSI. Apakah Van Bronckhorst atau Herdman yang mampu mewujudkan harapan besar tersebut?
Saat ini, keputusan akhir ada di tangan Komite Eksekutif (Exco) PSSI, yang harus bijaksana dalam mengambil keputusan, dengan mengedepankan musyawarah mufakat, bukan hanya keputusan sepihak.
Menunjuk Pelatih Timnas Indonesia: Tantangan yang Tidak Mudah
Menunjuk pelatih Timnas Indonesia memang bukan hal yang mudah. PSSI harus memastikan bahwa pelatih yang dipilih dapat membawa Timnas Indonesia meraih kejayaan, bukan hanya sebagai pelatih, tetapi juga sebagai pemimpin yang bisa membawa perubahan besar bagi sepak bola Indonesia di kancah internasional.

