Jakarta — Jumlah korban tewas akibat badai musim dingin yang disertai suhu ekstrem di dilaporkan telah mencapai 30 orang. Bencana cuaca ini memicu status siaga di berbagai wilayah dan mengganggu aktivitas jutaan warga.

Mengutip The Guardian, hampir 200 juta penduduk dari Texas hingga New England berada dalam kondisi waspada terhadap dampak badai, pada Senin (26/1) pagi waktu setempat.

Korban jiwa tercatat di sejumlah negara bagian. Di , seorang remaja dilaporkan tewas akibat kecelakaan saat bermain seluncur salju, sementara satu warga lainnya meninggal dunia karena dugaan hipotermia.

Di , Gubernur mengonfirmasi dua korban meninggal dunia akibat badai. Sementara itu, satu remaja dilaporkan tewas di , dan seorang pria ditemukan meninggal di jalan raya di .

Di , pejabat setempat menyebut delapan orang ditemukan meninggal dunia di luar ruangan. Selain itu, satu perempuan tewas di , serta tiga kematian terkait cuaca ekstrem dilaporkan di .

Ratusan Ribu Rumah Kehilangan Listrik

Badai musim dingin ini juga menyebabkan gangguan besar pada pasokan listrik. Hingga Senin malam, lebih dari 670.000 pelanggan masih mengalami pemadaman listrik, terutama di wilayah selatan AS. Hujan beku dilaporkan merusak pepohonan dan jaringan listrik, memperparah situasi.

Pejabat di Mississippi menyebut kerusakan akibat badai cukup luas sehingga membutuhkan tambahan personel untuk mempercepat proses pembersihan dan pemulihan listrik.

Sejumlah sekolah dan kampus, termasuk , menutup kegiatan belajar mengajar akibat kondisi cuaca ekstrem dan proses pemulihan yang masih berlangsung.

Ribuan Penerbangan Dibatalkan

Cuaca ekstrem juga berdampak signifikan pada sektor transportasi udara. Lebih dari 10.500 penerbangan dibatalkan pada Minggu, disusul hampir 5.000 penerbangan yang kembali dibatalkan pada Senin di seluruh wilayah AS.

Pada Senin, salju masih turun di beberapa wilayah , meski telah berhenti di sebagian besar wilayah tengah dan timur AS. Beberapa daerah dilaporkan mencatat curah salju lebih dari 20 inci.

Sejumlah institusi publik dan sekolah di New York City serta juga ditutup, dengan sebagian sekolah menerapkan pembelajaran jarak jauh.

Peringatan Suhu Ekstrem Berlanjut

(NWS) memperingatkan bahwa udara sangat dingin akan menyebar ke sekitar dua pertiga wilayah timur AS dalam beberapa hari ke depan. Suhu minimum diperkirakan berada di bawah nol derajat dan berpotensi mencetak rekor suhu terendah.

NWS juga menegaskan angin dingin berbahaya akan terus berlangsung, dengan suhu jauh di bawah normal yang diperkirakan bertahan hingga awal Februari. Selain itu, potensi badai musim dingin signifikan lainnya diperkirakan dapat melanda wilayah timur AS pada akhir pekan mendatang, meski rinciannya masih belum dapat dipastikan.