Jepang dilanda badai salju ekstrem yang memaksa pemerintah mengerahkan tentara serta sejumlah alat berat untuk membersihkan salju tebal yang menutupi wilayah Aomori dan sejumlah kota lain di Jepang bagian utara.
Hingga Selasa (3/2), badai salju yang disebut sebagai yang terbesar dalam empat dekade terakhir tersebut dilaporkan telah menyebabkan 30 orang meninggal dunia dan lebih dari 100 orang mengalami luka-luka.
Upaya pembersihan terus dilakukan, terutama di Sapporo, dengan mengerahkan sekitar 1.000 unit mesin pembersih salju. Alat-alat tersebut digunakan untuk membersihkan kurang lebih 3.800 kilometer ruas jalan yang tertutup salju tebal.
Selain menimbulkan korban jiwa dan gangguan aktivitas masyarakat, kondisi cuaca ekstrem ini juga diperkirakan berdampak pada tingkat partisipasi pemilih dalam pemilihan nasional Jepang yang dijadwalkan berlangsung pada Minggu (8/2).
Pemilihan nasional tersebut menjadi perhatian karena merupakan pemilu pertama yang digelar pada musim dingin dalam 36 tahun terakhir di Jepang.

