Jakarta – Manchester United kini menempati peringkat ketiga klasemen Premier League setelah sebelumnya sempat tertahan di papan tengah dan kemudian berada di zona lima besar.
Perubahan signifikan terjadi sejak kedatangan Michael Carrick pada 13 Januari 2026, sepekan setelah Ruben Amorim dipecat. Sejak ditangani Carrick, MU memasuki fase baru yang mengangkat performa tim secara konsisten.
Pada laga debutnya, 17 Januari, mantan gelandang era Sir Alex Ferguson tersebut langsung membawa The Red Devils menang 2-0 atas Manchester City.
Setelah menaklukkan Man City, MU kembali meraih hasil positif dengan mengalahkan Arsenal. Tren kemenangan berlanjut saat Setan Merah membungkam Fulham dan Tottenham Hotspur secara beruntun.
MU sempat tertahan ketika bertandang ke markas West Ham United. Namun setelah itu, mereka kembali ke jalur kemenangan dengan menundukkan Everton dan Crystal Palace.
Perlahan tapi pasti, MU menapaki tangga klasemen. Saat Carrick pertama kali mengambil alih kursi pelatih, klub bermarkas di Stadion Old Trafford tersebut berada di peringkat kelima.
Kemenangan atas Arsenal pada pekan ke-23 mengangkat MU ke posisi keempat. Man United cukup lama bertahan di empat besar karena jarak poin yang cukup jauh dengan Aston Villa.
Bruno Fernandes dan rekan-rekannya membutuhkan lima pekan untuk menggusur The Villans. Kini MU dan Aston Villa sama-sama mengoleksi 51 poin, namun Setan Merah unggul selisih gol sehingga berhak menempati posisi ketiga.
Secara keseluruhan, MU hanya membutuhkan 44 hari untuk memanjat klasemen dari peringkat kelima hingga menembus tiga besar Premier League.
Ke depan, MU akan menghadapi laga-laga yang tak bisa dianggap ringan. Jika kembali menelan kekalahan, posisi mereka berpotensi tergeser mengingat persaingan ketat juga melibatkan Aston Villa, Liverpool, dan Chelsea.

