Laporan Fraud Sudah Masuk Sejak Dini Hari
Informasi lain mengungkap bahwa kemungkinan pihak ketiga yang menangani switching dan monitoring transaksi telah mendeteksi aktivitas mencurigakan sejak dini hari.
Laporan pertama disebut dikirim ke Bank 9 sekitar pukul 02.37 WIB, namun tidak mendapat respons.
“Pihak switching sudah kirim report karena mendeteksi fraud, tapi tidak ada respon. Bahkan mereka sampai minta bank lain untuk blokir transaksi dari Bank 9,” kata sumber tersebut.
Dua bank yang disebut menerima aliran dana untuk deposit ke exchange adalah BSS dan Permata.
“Deposit ke exchange lewat dua bank itu. Pihak ketiga juga sudah kirim laporan diduga fraud, termasuk grafik transaksi namun tidak ada respon,” ujarnya.
Ia juga menyebut sebagian transaksi dalam jumlah besar masuk melalui bank lain sebelum diteruskan ke exchange.
“Transaksi paling besar lewat Bank Sampoerna,” katanya.
Call Center Terima Laporan Sejak Pukul 05.00 WIB
Keluhan kehilangan dana dari nasabah mulai masuk ke call center sekitar pukul 05.00 WIB. Namun, langkah resmi pemblokiran transaksi baru dilakukan beberapa jam setelahnya.
“Sekitar jam 8 pagi baru mulai ada surat ke bank lain untuk blokir transaksi. Padahal laporan sudah ada sejak dini hari,” ujar sumber tersebut
Pernyataan Dirut Jadi Sorotan
Pernyataan Direktur Utama Bank 9 yang menyebut ada keluarga atau kenalannya ikut menjadi korban turut memicu pertanyaan di internal tim investigasi.
“Pernyataan seperti itu justru jadi aneh, seolah memberi kesan bahwa pihak internal tidak mungkin terlibat. Padahal sampai sekarang belum ada data direksi yang terdampak, yang ada justru karyawan,” ujarnya.

