Jakarta — Pemimpin Tertinggi baru Iran, Mojtaba Khamenei, mengirimkan pesan tertulis kepada pemimpin Irak yang berisi ucapan terima kasih kepada rakyat negara tersebut atas dukungan mereka dalam konflik melawan Amerika Serikat dan Israel.

Dalam pesan tersebut, Khamenei menyampaikan apresiasi kepada Irak atas sikap tegas mereka dalam menghadapi agresi terhadap Iran.

“Khamenei menyampaikan apresiasinya kepada otoritas keamanan tertinggi (di Irak) dan rakyat Irak, atas sikap tegas mereka terhadap agresi terhadap Iran dan dukungan mereka untuk negara kita,” demikian laporan kantor berita ISNA, dikutip AFP.

Surat itu ditujukan kepada Ayatollah Agung Ali Sistani, yang dikenal sebagai salah satu tokoh paling dihormati dalam komunitas Islam Syiah di Irak.

Pesan tersebut disampaikan setelah adanya pertemuan antara Dewan Tertinggi Islam Irak, sebuah partai berbasis Syiah, dengan Duta Besar Iran untuk Baghdad. Namun, tidak dijelaskan lebih lanjut mengenai mekanisme penyampaian pesan tersebut.

Sejak dilantik menggantikan ayahnya, Ayatollah Ali Khamenei, Mojtaba Khamenei belum tampil secara langsung di hadapan publik. Kondisi ini memicu berbagai spekulasi mengenai keberadaan dan kesehatannya.

Sejumlah laporan dari televisi pemerintah Iran dan pernyataan pejabat setempat mengindikasikan bahwa Mojtaba Khamenei tengah menjalani masa pemulihan akibat luka yang dialami dalam serangan udara oleh Amerika Serikat dan Israel.

Sejak menjabat sebagai pemimpin tertinggi, Mojtaba Khamenei telah menyampaikan pernyataan perdana serta pesan untuk perayaan Tahun Baru Persia, Nowruz. Kedua pesan tersebut disiarkan melalui televisi dan dibacakan oleh pihak lain.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat Donald Trump sebelumnya menyatakan bahwa pihaknya tengah berkomunikasi dengan “sosok penting” dalam negosiasi dengan Iran. Namun, ia menegaskan bahwa pembicaraan tersebut tidak melibatkan Mojtaba Khamenei.

“Kami belum mendengar kabar dari putranya, kami tidak tahu apakah dia masih hidup,” ujar Trump.