Jakarta — Serangan Israel dengan bantuan Amerika Serikat ke Iran kembali menyita perhatian dunia.

Sorotan tidak hanya tertuju pada kekuatan militer yang dimiliki kedua pihak, tetapi juga pada latar belakang sejarah peradaban mereka yang termasuk di antara yang tertua di dunia.

Sejarah Bangsa Yahudi

Melansir laman israelicenterofjudaica, bangsa Yahudi disebut memiliki sejarah sekitar 5.750 tahun yang bermula dari masa Alkitab.

Berawal dari agama yang sama, bangsa Yahudi kemudian mengembangkan berbagai ritual dengan benda-benda unik, budaya, serta kerangka etika yang membentuk identitas mereka sebagai Yahudi, terlepas dari perbedaan keyakinan agama di antara mereka.

Sementara itu, Britannica menuliskan bahwa Yudaisme atau agama Yahudi dapat dibagi ke dalam beberapa periode utama. Periode tersebut meliputi Yudaisme Alkitabiah (sekitar abad ke-20 hingga abad ke-4 SM), Yudaisme Helenistik (abad ke-4 SM hingga abad ke-2 M), Yudaisme Rabbinik (abad ke-2 hingga abad ke-18 M), serta Yudaisme modern (sekitar tahun 1750 hingga sekarang).

Disebutkan pula bahwa pada abad ke-19, para sarjana Alkitab mengubah pembagian periode tersebut dengan menempatkan titik penting pada masa Pengasingan Babilonia dan pemulihan orang Yahudi ke kerajaan Yehuda pada abad ke-6 hingga ke-5 SM.

Mereka menegaskan bahwa setelah jatuhnya Yerusalem yang pertama pada tahun 586 SM, agama “Israel” kuno berkembang menjadi bentuk baru dari kepercayaan “Yahudi” atau Yudaisme. Bentuk ini kemudian dirumuskan oleh reformator Ezra pada abad ke-5 SM bersama sekolahnya.

Dalam buku Die Entstehung des Judentums (1896) atau “Asal Usul Yudaisme”, sejarawan Jerman Eduard Meyer berpendapat bahwa Yudaisme berasal dari periode Persia, yakni pada masa Ezra dan Nehemia sekitar abad ke-5 SM. Apapun pandangannya, keberadaan bangsa Yahudi telah tercatat dalam rentang ribuan tahun sejarah.

Sejarah Bangsa Persia

Sementara itu, bangsa Persia yang kemudian dikenal sebagai Iran telah ada sejak masa Kerajaan kuno Elam.

Pemukiman tertuanya, yakni situs arkeologi Chogha Bonut, berasal dari sekitar tahun 7200 SM. Catatan ini disebutkan oleh Joshua J. Mark dalam laman worldhistory.org.

Wilayah tersebut sempat mengalami berbagai penaklukan. Sebagian wilayah Persia pernah dikuasai bangsa Sumeria, kemudian oleh bangsa Asyur, dan selanjutnya oleh bangsa Media.

Kekaisaran Media (678–550 SM) kemudian digantikan oleh salah satu entitas politik dan sosial terbesar di dunia kuno, yakni Kekaisaran Persia Akhemenid (sekitar 550–330 SM). Kekaisaran ini kemudian ditaklukkan oleh Alexander Agung.

Setelah itu, wilayah Persia berada di bawah kekuasaan beberapa kekaisaran secara berturut-turut, yakni Kekaisaran Seleukia (312–63 SM), Parthia (247 SM–224 M), dan Kekaisaran Sasania (224–651 M).

Kekaisaran Sasania menjadi pemerintahan Persia terakhir yang menguasai wilayah tersebut sebelum penaklukan oleh Arab Muslim pada abad ke-7 M.

Hubungan Yahudi dan Persia dalam Sejarah

Keberadaan dua bangsa tua ini membuat keduanya pernah berada dalam satu wilayah dan hidup berdampingan secara damai.

Laman jewishjournal.com menulis bahwa orang Yahudi menetap di wilayah Persia (Iran) dalam empat periode berbeda. Pertama pada tahun 609–611 SM setelah pengasingan pertama pada tahun 722 SM yang disebabkan oleh bangsa Asyur.

Kedua pada tahun 538 SM setelah pengasingan kedua pada tahun 586 SM yang disebabkan oleh bangsa Babilonia. Ketiga pada tahun 70 M setelah penghancuran Bait Suci Kedua oleh bangsa Romawi.

Terakhir, pada abad ke-17 sebagai dampak dari Inkuisisi Spanyol yang menyebabkan penyebaran orang Yahudi ke wilayah Kekaisaran Ottoman dan kemudian ke Iran.

Sejarah panjang tersebut menunjukkan bahwa baik Yahudi maupun Persia merupakan bangsa tua yang memiliki pengaruh besar dalam perjalanan peradaban dunia. Kini, keduanya kembali menjadi sorotan di tengah konflik yang terjadi.