Jakarta – Seblak kerap menjadi camilan favorit banyak orang. Perpaduan rasa gurih, pedas, dan tekstur kenyalnya memang menggoda selera. Namun, muncul kekhawatiran di tengah masyarakat: benarkah sering makan seblak bisa memicu kista hingga gangguan reproduksi pada wanita?

Konsultan Obstetri dan Ginekologi, Sigit Pramono, menjelaskan bahwa pola makan tinggi karbohidrat dan kolesterol—seperti yang banyak ditemukan dalam seblak—dapat berdampak pada kesehatan metabolik jika dikonsumsi secara berlebihan, terlebih tanpa diimbangi aktivitas fisik yang cukup.

“Betul. Jadi makanan yang kolesterol tinggi, karbohidrat tinggi, ditambah dengan kurang olahraga, itu akan mengakibatkan metabolis yang tidak bagus di tubuh kita,” ujarnya mengutip Detik.com.

Tak Hanya Soal Kista

Menurut Sigit, gangguan metabolisme tidak hanya berkaitan dengan risiko munculnya kista atau mioma. Dampaknya bisa lebih luas, termasuk meningkatkan kemungkinan terjadinya penyakit kardiovaskular.

Artinya, persoalan ini bukan semata menyangkut organ reproduksi. Pola makan yang tidak seimbang dapat memengaruhi berbagai sistem dalam tubuh, mulai dari keseimbangan hormon hingga kesehatan jantung dan pembuluh darah.

Dalam konteks kesehatan reproduksi, gangguan metabolisme berpotensi memicu ketidakseimbangan hormon. Kondisi tersebut pada akhirnya dapat mengganggu siklus menstruasi maupun fungsi ovarium.

Karena itu, Sigit menekankan pentingnya menjaga gaya hidup sehat, terutama bagi perempuan yang ingin mempertahankan fungsi reproduksi dalam jangka panjang.

“Sebagai wanita yang harus menjaga fungsi reproduksi ke depannya, itu tetap diperhatikan gaya hidup. Jadi cukup istirahat, diet yang bagus, kurangkan karbohidrat, kurangkan gula, dan olahraga terakhir,” tuturnya.

Pola makan seimbang, istirahat cukup, serta olahraga rutin menjadi kunci menjaga kesehatan metabolik. Mengonsumsi seblak sesekali bukanlah masalah, selama tidak menjadi kebiasaan harian yang berlebihan dan tetap diimbangi asupan bergizi serta aktivitas fisik yang memadai.