Makassar — Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengungkapkan bahwa Indonesia telah memproduksi mobil yang kompatibel dengan bahan bakar etanol. Kendaraan berbasis etanol ini bahkan telah diekspor ke Brasil.
Amran menjelaskan, mobil berbahan bakar etanol saat ini diproduksi oleh PT Toyota Motor Manufacturing dengan spesifikasi E20 (etanol 20 persen) dan diekspor ke Brasil dengan standar E27.
“Sekarang mobilnya sudah ada di Indonesia. PT Toyota produksi mobil untuk etanol E20. Di ekspor ke Brasil, E27. Tinggal dipakai. Kita tinggal giling. Ini etanol kita, ubi kita, jagung kita, langsung masukkan,” kata Amran di Gudang Bulog Panaikang, Makassar, Minggu (5/4).
Pengembangan bahan bakar berbasis etanol menjadi salah satu langkah strategis pemerintah untuk merespons kondisi geopolitik global yang memanas sekaligus mendorong pemanfaatan komoditas dalam negeri.
“Dengan geopolitik memanas, Insya Allah kita akan percepat etanol. Kalau E20 kita capai, mobilnya sudah ada, infrastrukturnya sudah disiapkan,” ujar Amran.
Amran menambahkan, situasi global saat ini juga berdampak positif pada sektor pertanian karena kenaikan harga komoditas, yang turut meningkatkan pendapatan petani di berbagai daerah.
“Konflik geopolitik memanas itu berkah buat Indonesia untuk pangan. Petani pesta. Harga CPO (crude palm oil) naik, kakao naik, kelapa naik. Itu yang dirasakan di lapangan,” kata Amran.
Selain itu, tekanan global mendorong percepatan hilirisasi komoditas, termasuk pengembangan etanol, sehingga Indonesia mampu memanfaatkan sumber daya domestik untuk kendaraan berbahan bakar alternatif.
“Berkah kedua, hilirisasi dipercepat, etanol dipercepat. Kalau ada tekanan, ada hikmah di balik itu,” ujar Amran.

