Jakarta — Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) mencatat tingginya minat masyarakat dalam seleksi nasional SDM Kampung Nelayan Merah Putih (KNMP) yang resmi ditutup hari ini, Rabu (24/4).
Berdasarkan data KKP per pukul 10.00 WIB, jumlah pelamar untuk empat posisi yang dibuka—manajer operasional, kepala produksi, penjamin mutu, dan administrasi keuangan—mencapai 118.676 orang.
Kepala Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Kelautan dan Perikanan (BPPSDM KP), I Nyoman Radiarta, menegaskan bahwa proses rekrutmen ini dirancang untuk menghasilkan SDM unggul yang tidak hanya memiliki kemampuan teknis, tetapi juga karakter yang kuat.
“KNMP membutuhkan SDM yang tidak hanya mampu bekerja, tetapi juga mampu memimpin, beradaptasi, dan menciptakan nilai tambah. Karena itu, peserta terpilih akan dibekali pelatihan komponen cadangan untuk membentuk kedisiplinan dan ketahanan, serta pelatihan manajerial dan tematik sesuai kebutuhan lapangan,” ujar Nyoman dalam siaran resmi di Jakarta, Kamis (24/4).
Ia menjelaskan, pelatihan komponen cadangan menjadi bagian penting dalam tahapan seleksi nasional. Tahapan ini tidak hanya menguji kompetensi, tetapi juga membentuk karakter, kepemimpinan, serta kemampuan pemecahan masalah di lapangan.
Pendekatan tersebut diharapkan mampu melahirkan pengelola kawasan perikanan yang profesional, mandiri, dan berorientasi pada hasil.
Secara nasional, kebutuhan SDM KNMP mencapai 5.476 orang. Mereka nantinya akan ditempatkan di berbagai wilayah di Indonesia sebagai bagian dari upaya percepatan operasionalisasi kawasan ekonomi berbasis kelautan dan perikanan.
Pada level operasional, manajer operasional berperan sebagai penggerak utama usaha, mulai dari menyusun rencana kerja, mengoordinasikan unit usaha, hingga mengambil keputusan strategis berbasis data lapangan. Posisi ini menjadi kunci dalam memastikan aktivitas bisnis berjalan efektif, adaptif, dan berkelanjutan.
Di sisi teknis, kepala produksi bertanggung jawab merencanakan dan mengoptimalkan kegiatan produksi, menjaga efisiensi, serta mengelola sarana dan prasarana perikanan. Peran ini juga mencakup pengawasan proses pascaproduksi agar kualitas hasil tetap terjaga di pasar.
Sementara itu, penjamin mutu memastikan produk perikanan memenuhi standar kualitas melalui penerapan sistem jaminan mutu dari hulu ke hilir, termasuk pengawasan higiene, sanitasi, serta pengendalian rantai dingin. Peran ini menjadi penting dalam menjaga daya saing produk di tengah tuntutan pasar yang semakin tinggi.
Adapun administrasi keuangan berperan dalam menjaga kesehatan usaha melalui pencatatan transaksi, pengelolaan arus kas, penyusunan laporan keuangan, hingga mendukung akses pembiayaan. Transparansi dan akuntabilitas menjadi fondasi keberlanjutan usaha KNMP.
Program KNMP merupakan salah satu langkah konkret pemerintah dalam membangun ekosistem usaha perikanan yang terintegrasi, modern, dan berdaya saing. Selain itu, program ini juga membuka peluang kontribusi nyata bagi generasi muda untuk mendorong kesejahteraan masyarakat pesisir.

