JAKARTA – Sedikitnya empat orang tewas dan 20 lainnya terluka dalam serangkaian serangan Israel di Lebanon selatan pada Minggu (6/9), menurut laporan awal Kementerian Kesehatan Lebanon. Serangan terjadi di tengah gencatan senjata yang masih berlangsung antara Israel dan Lebanon.

Kementerian Kesehatan Lebanon melaporkan dua orang tewas di Nabatieh al-Fawqa dan dua perempuan lainnya di Arab Salim. Korban luka dilaporkan berada di sejumlah lokasi, termasuk Kota Nabatieh dan Kfar Rumman, dengan beberapa perempuan dan tiga anak-anak termasuk di antara korban. Jumlah tersebut masih bersifat sementara.

Israel menyebut serangan tersebut sebagai respons setelah Hizbullah meluncurkan dua drone ke arah pasukan Israel yang beroperasi di wilayah yang disebut militer Israel sebagai “zona keamanan” di Lebanon selatan.

Militer Israel menyebut tindakan Hizbullah sebagai “pelanggaran terang-terangan” terhadap kesepakatan yang berlaku. Israel juga menyatakan tidak ada korban dari pihak militernya dalam insiden tersebut.

Perkembangan laporan berikutnya dari Reuters menyebut jumlah korban tewas dalam serangkaian serangan pada Minggu mencapai tujuh orang. Perbedaan angka tersebut menunjukkan bahwa data korban masih dapat berubah seiring proses pendataan di lapangan.

Israel Keluarkan Peringatan Evakuasi

Sebelum serangan, militer Israel untuk pertama kalinya dalam beberapa pekan mengeluarkan peringatan evakuasi bagi warga Lebanon.

Penduduk di sekitar sebuah bangunan di Arab Salim diminta meninggalkan lokasi karena Israel menyebut bangunan tersebut sebagai fasilitas Hizbullah dan akan menjadi sasaran serangan.

Namun, peringatan serupa tidak dikeluarkan untuk sejumlah wilayah lain yang kemudian dilaporkan terkena serangan.

Kantor berita nasional Lebanon, NNA, melaporkan sebuah rumah lain diserang setelah peringatan evakuasi dikeluarkan. Serangan tersebut menghancurkan bangunan dan menewaskan dua perempuan.

Militer Israel kemudian menyerang bangunan yang sebelumnya disebut dalam peringatan evakuasi.

Sejumlah Bangunan dan Fasilitas Rusak

Serangan di Nabatieh al-Fawqa dilaporkan turut menghancurkan sebagian Rumah Sakit Ghandour. Fasilitas tersebut diketahui sudah tidak beroperasi selama beberapa tahun.

Serangan udara lainnya menghantam sebuah bangunan bersejarah di Kota Nabatieh. Sejumlah kantor pemerintahan yang menangani urusan keuangan dan pertanian dilaporkan mengalami kerusakan.

Toko dan kafe di sekitar lokasi juga terdampak serangan. NNA turut melaporkan adanya serangan terhadap sebuah sepeda motor di kawasan tersebut.

Presiden Lebanon Joseph Aoun mengecam serangan tersebut dan menyerukan keterlibatan Amerika Serikat serta komunitas internasional untuk menghentikan apa yang disebutnya sebagai pelanggaran terhadap kesepakatan gencatan senjata.

Di sisi lain, militer Israel menyatakan serangan menyasar fasilitas dan operasional Hizbullah serta mengklaim menggunakan serangan presisi untuk meminimalkan korban sipil.

Konflik Israel-Hizbullah Masih Berlanjut

Ketegangan antara Israel dan Hizbullah meningkat setelah Lebanon kembali terseret ke dalam perang di Timur Tengah pada Maret lalu. Hizbullah saat itu menyerang Israel sebagai bentuk dukungan terhadap Iran.

Israel kemudian merespons dengan serangan udara dan operasi darat di Lebanon. Pemerintah Lebanon menyatakan lebih dari 4.300 orang tewas dalam rangkaian serangan sejak konflik tersebut dimulai pada Maret.

Pasukan Israel hingga kini masih beroperasi di wilayah yang mereka nyatakan sebagai “zona keamanan”, yang membentang sekitar 10 kilometer dari perbatasan masuk ke wilayah Lebanon.

Intensitas kekerasan menurun setelah kesepahaman antara Amerika Serikat dan Iran terkait konflik yang lebih luas pada Juni. Israel dan Lebanon juga menandatangani kerangka kesepakatan pada bulan yang sama.

Namun, Lebanon masih melaporkan serangan udara Israel, tembakan artileri, serta penghancuran sejumlah bangunan sipil di desa dan kota di wilayah selatan.

Pada Jumat (4/9), serangan Israel di wilayah selatan dan timur Lebanon juga menewaskan empat orang, termasuk seorang perempuan berusia 18 tahun. Israel menyatakan serangan tersebut menyasar target Hizbullah sebagai respons atas peluncuran drone ke arah pasukannya.

Israel Klaim Kuasai Punggung Bukit Strategis

Awal pekan ini, Israel juga menyatakan telah mengambil “kendali operasional” atas punggung bukit strategis Ali al-Taher dekat Nabatieh.

Hizbullah belum memberikan komentar mengenai klaim tersebut maupun mengonfirmasi bahwa Israel telah menguasai lokasi strategis itu.

Di tengah ketegangan tersebut, Komite Internasional Palang Merah (ICRC) pada pekan ini memfasilitasi pemindahan lima orang yang sebelumnya ditahan Israel ke Lebanon.

Israel dan Lebanon diketahui mulai melakukan perundingan langsung setelah konflik terbaru pecah. Pembicaraan lanjutan diperkirakan berlangsung bulan ini, meski tanggalnya belum diumumkan.

Serangan terbaru menunjukkan bahwa meski kerangka gencatan senjata masih berlaku, situasi di Lebanon selatan tetap rapuh. Saling klaim mengenai serangan drone, operasi militer, dan wilayah yang dikuasai terus menjadi sumber ketegangan antara Israel dan Hizbullah.