Jakarta – Orang dengan pola pikir bertumbuh atau growth mindset memiliki cara pandang yang berbeda terhadap kemampuan, kegagalan, dan tantangan. Mereka meyakini bahwa kecerdasan, bakat, serta kemampuan seseorang masih dapat dikembangkan melalui proses belajar dan usaha.
Pandangan tersebut membuat kegagalan tidak selalu dianggap sebagai akhir dari sebuah usaha. Bagi pemilik growth mindset, kegagalan dan tantangan dapat menjadi bagian dari proses belajar untuk memperbaiki diri.
Sebaliknya, pola pikir bertumbuh berbeda dengan pola pikir tetap atau fixed mindset yang memandang kemampuan sebagai sesuatu yang cenderung sulit berubah.
Untuk mengenali apakah seseorang memiliki pola pikir bertumbuh, salah satunya dapat dilihat dari perilaku sehari-hari. Ada sejumlah ciri yang membedakannya dari orang dengan pola pikir tetap.
Ciri-Ciri Orang dengan Pola Pikir Bertumbuh
Growth mindset merupakan pola pikir yang meyakini bahwa kemampuan, bakat, maupun kecerdasan seseorang masih dapat berkembang melalui pembelajaran dan usaha.
Dalam pola pikir ini, kegagalan maupun tantangan dipandang sebagai bagian dari proses pembelajaran. Pengalaman tersebut kemudian dapat dijadikan bahan untuk beradaptasi, memperbaiki diri, dan berkembang.
Berikut lima ciri orang dengan pola pikir bertumbuh:
1. Menerima Kekurangan
Ciri pertama adalah mampu menerima kekurangan. Orang dengan pola pikir bertumbuh tidak selalu melihat kesalahan atau kekurangan sebagai sesuatu yang harus disembunyikan.
Mereka dapat menjadikan kekurangan dan kemunduran sebagai kesempatan untuk belajar. Dengan memahami bagian yang masih perlu diperbaiki, mereka dapat mencari cara untuk meningkatkan kemampuan.
2. Belajar dari Kegagalan
Tidak semua orang mampu menjadikan kegagalan sebagai pembelajaran. Pada orang dengan pola pikir tetap, kegagalan dapat membuat mereka malu mengakuinya dan kehilangan motivasi untuk mencoba kembali.
Berbeda dengan pemilik growth mindset. Mereka memandang kegagalan sebagai bagian dari proses yang perlu dilalui untuk mencapai tujuan.
Semakin banyak pengalaman yang diperoleh dari kegagalan, semakin banyak pula hal yang dapat dipelajari untuk memperbaiki langkah berikutnya.
3. Memandang Kecerdasan Bisa Dikembangkan
Orang dengan pola pikir bertumbuh memandang kecerdasan sebagai sesuatu yang dapat dikembangkan.
Mereka meyakini bahwa keberhasilan tidak selalu diperoleh secara instan. Karena itu, mereka bersedia belajar dan berusaha mengembangkan kemampuan yang dimiliki agar terus mengalami peningkatan.
4. Berani Menerima Tantangan
Bagi sebagian orang, tantangan dapat dianggap sebagai beban. Namun, orang dengan pola pikir bertumbuh justru melihat tantangan sebagai kesempatan untuk mengembangkan diri.
Tantangan dipandang sebagai ujian yang dapat membantu seseorang mengetahui sejauh mana kemampuan yang telah dimiliki sekaligus bagian mana yang masih perlu ditingkatkan.
5. Terbuka dengan Masukan dan Kritik
Ciri lain dari orang dengan pola pikir bertumbuh adalah terbuka terhadap masukan dari orang lain.
Alih-alih langsung tersinggung, mereka dapat melihat pendapat, masukan, maupun umpan balik sebagai bahan untuk memperbaiki diri.
Kritik yang membangun dapat membantu mereka mengetahui kekurangan yang sebelumnya mungkin tidak disadari. Dari sana, mereka dapat mencari cara untuk meningkatkan kemampuan dan berkembang lebih baik.
Dengan demikian, growth mindset tidak hanya berkaitan dengan bagaimana seseorang memandang kecerdasan, tetapi juga bagaimana seseorang menghadapi kegagalan, tantangan, kekurangan, serta masukan dari lingkungan sekitarnya.

