JAKARTA – Indonesia memperkuat hubungan bilateral dengan tiga negara melalui penandatanganan Perjanjian Bebas Visa bagi Pemegang Paspor Diplomatik dan Dinas (PBVDD).
Ketiga negara tersebut adalah Lebanon, Saint Vincent dan Grenadines, serta Republik Dominika.
Perjanjian tersebut ditandatangani Menteri Luar Negeri RI Sugiono di sela-sela rangkaian High-Level Week Sidang Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) ke-81 di New York, Amerika Serikat, Rabu (23/9/2026).
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) menyebut penandatanganan ketiga perjanjian tersebut menjadi langkah untuk memperkuat hubungan bilateral, meningkatkan interaksi antara Indonesia dan ketiga negara, serta membuka peluang kerja sama yang lebih luas.
PBVDD juga diharapkan dapat menjadi langkah awal untuk mendorong fasilitas bebas visa bagi masyarakat Indonesia secara umum yang ingin mengunjungi ketiga negara tersebut pada masa mendatang.
Indonesia-Lebanon Bahas Ekonomi dan Situasi Palestina
Dalam pertemuan bilateral dengan Menteri Luar Negeri dan Emigran Lebanon Yousef Raggi, Sugiono turut membahas penguatan kerja sama di bidang ekonomi dan pembangunan.
Keduanya juga bertukar pandangan mengenai perkembangan situasi kawasan, khususnya Palestina.
Dalam pertemuan tersebut, Menlu Lebanon menyampaikan apresiasi atas kontribusi Indonesia terhadap perdamaian dan stabilitas di Lebanon melalui partisipasi Indonesia dalam misi perdamaian PBB, United Nations Interim Force in Lebanon (UNIFIL). Indonesia telah berpartisipasi dalam misi tersebut sejak 2006.
RI dan Saint Vincent Bahas Kerja Sama Pembangunan
Sementara dengan Saint Vincent dan Grenadines, Sugiono menandatangani PBVDD bersama Menteri Luar Negeri, Perdagangan Luar Negeri, Investasi Asing dan Urusan Diaspora Dwight Fitzgerald Bramble.
Penandatanganan tersebut menjadi bagian dari upaya mempererat komunikasi dan kerja sama antara kedua negara.
Dalam pertemuan bilateral, Indonesia dan Saint Vincent dan Grenadines turut membahas potensi pengembangan kerja sama pembangunan. Salah satunya melalui program peningkatan kapasitas untuk diversifikasi produk mangga dan sukun.
Indonesia berharap komunikasi dan kerja sama dengan negara kepulauan di kawasan Karibia tersebut dapat semakin berkembang.
PBVDD RI-Republik Dominika Dorong Mobilitas
Dengan Republik Dominika, Sugiono menandatangani PBVDD bersama Menteri Luar Negeri Víctor Orlando Bisonó Haza.
Perjanjian tersebut ditujukan untuk memfasilitasi mobilitas sekaligus membangun kepercayaan antara Indonesia dan Republik Dominika.
Kedua menteri juga mendorong peningkatan kerja sama perdagangan dan investasi, termasuk melalui Indonesia-Latin America and the Caribbean (INA-LAC) Business Forum.
Forum yang diinisiasi Kemlu pada 2019 tersebut menjadi salah satu wadah untuk memperkuat hubungan perdagangan, investasi, dan pariwisata antara Indonesia dengan negara-negara Amerika Latin dan Karibia.
Melalui forum tersebut, Indonesia juga berupaya memperluas tujuan ekspor komoditas nasional ke negara-negara mitra nontradisional.
Kemlu menyatakan penandatanganan ketiga PBVDD mencerminkan komitmen Indonesia untuk memperluas dan memperkuat hubungan dengan negara-negara sahabat serta menerjemahkan hubungan bilateral menjadi kerja sama yang semakin konkret.

