Orang tua dapat mengajarkan bahwa setiap orang harus diperlakukan dengan sopan dan hormat. Anak juga dapat diajak mengikuti kegiatan yang memungkinkan mereka berinteraksi dengan teman dari latar belakang yang beragam.

7. Berikan Konsekuensi yang Jelas

Bullying perlu ditanggapi dengan serius. Tetapkan aturan yang jelas dan jelaskan konsekuensi jika anak melanggarnya.

Konsekuensi sebaiknya berkaitan dengan perilaku dan bertujuan mengajarkan tanggung jawab, bukan sekadar memberikan hukuman. Misalnya, jika anak melakukan cyberbullying melalui ponsel, penggunaan ponsel atau media sosial dapat dibatasi untuk sementara.

Orang tua juga perlu menjelaskan alasan konsekuensi tersebut agar anak memahami hubungan antara tindakan dan akibatnya.

8. Dorong Anak Memperbaiki Kesalahan

Setelah anak tenang, ajarkan bahwa kesalahan perlu diperbaiki. Anak dapat meminta maaf kepada korban atau melakukan tindakan yang menunjukkan bahwa mereka memahami kesalahannya.

Perbaikan tidak selalu harus berupa permintaan maaf secara langsung. Yang penting, anak memahami dampak perbuatannya dan belajar memperlakukan orang lain dengan lebih baik.

Jika diperlukan, orang tua dapat melibatkan guru atau pihak sekolah untuk menentukan bentuk perbaikan yang tepat.

9. Berikan Pujian untuk Perilaku Positif

Situs Nemours KidsHealth juga menganjurkan orang tua memberikan perhatian dan pujian ketika anak menunjukkan perilaku positif. Jangan hanya memperhatikan anak ketika melakukan kesalahan.

Berikan apresiasi ketika anak menunjukkan sikap baik, seperti membantu teman, menyelesaikan konflik tanpa kekerasan, atau mengajak teman yang sedang sendirian.