JAKARTA — Kucing peliharaan yang sedang hamil besar tiba-tiba kehilangan nafsu makan? Kondisi tersebut bisa menjadi salah satu tanda bahwa waktu persalinan sudah semakin dekat.

Selain nafsu makan yang berkurang, kucing hamil biasanya menunjukkan sejumlah perubahan perilaku ketika mendekati waktu melahirkan. Perubahan tersebut penting dikenali pemilik agar dapat menyiapkan tempat yang nyaman sekaligus mengetahui kapan perlu meminta bantuan dokter hewan.

Tanda Kucing Mau Melahirkan

Berikut enam tanda kucing mau melahirkan yang perlu diperhatikan.

1. Nafsu Makan Mulai Berkurang

Salah satu tanda kucing mendekati persalinan adalah berkurangnya nafsu makan. Menukil PetMD, banyak kucing betina mulai makan lebih sedikit atau bahkan berhenti makan sekitar satu hari sebelum proses persalinan dimulai.

Meski demikian, kucing tetap harus memiliki akses terhadap air minum. Jika kucing tidak mau makan dalam waktu lama atau terlihat sangat lemas, pemilik sebaiknya berkonsultasi dengan dokter hewan.

2. Mulai Mencari Tempat untuk Melahirkan

Kucing yang akan melahirkan biasanya mulai mencari tempat yang dianggap aman dan nyaman. Perilaku ini dapat terlihat ketika kucing menggaruk kardus, selimut, atau sudut ruangan sebagai bagian dari proses membuat sarang.

Pemilik dapat membantu dengan menyiapkan kotak atau tempat khusus yang tenang, bersih, hangat, serta jauh dari keramaian dan hewan lain.

Tempat tersebut sebaiknya mudah dijangkau kucing dan tidak terlalu sering didatangi orang agar induk merasa aman ketika melahirkan.

3. Menjadi Lebih Gelisah dan Sering Mengeong

Perubahan perilaku juga dapat muncul ketika persalinan semakin dekat. Kucing mungkin terlihat mondar-mandir, lebih sering mengeong, bersembunyi, atau tampak gelisah.

Sebagian kucing justru menjadi lebih manja dan mencari perhatian pemilik. Namun, ada pula yang memilih menyendiri. Kedua perubahan perilaku tersebut dapat terjadi menjelang persalinan.

4. Lebih Sering Menjilati Area Tubuh Tertentu

Kucing yang mendekati waktu melahirkan juga dapat lebih sering melakukan grooming, terutama di sekitar area kelamin.

The Vet Charity for Pets in Need menyebut perilaku tersebut dapat muncul ketika tubuh kucing mengalami perubahan menjelang persalinan.

Kucing juga dapat mulai terengah-engah atau terlihat lebih banyak beristirahat ketika waktu kelahiran semakin dekat.

5. Keluar Lendir dari Vagina

Menjelang persalinan, beberapa kucing dapat mengeluarkan sedikit lendir dari vagina. Cairan tersebut dapat berwarna merah muda, merah, atau kecokelatan.

Kondisi tersebut dapat menjadi salah satu tanda bahwa proses kelahiran semakin dekat.

Namun, pemilik perlu waspada jika terjadi perdarahan dalam jumlah banyak, cairan berbau tidak sedap, atau kucing terlihat kesakitan. Dalam kondisi tersebut, segera hubungi dokter hewan.

6. Mulai Mengejan dan Kontraksi Terlihat

Ketika persalinan aktif dimulai, kontraksi akan menjadi semakin kuat dan kucing mulai mengejan.

Anak kucing pertama biasanya lahir sekitar 30 menit setelah kucing mulai mengejan secara aktif. Anak kucing berikutnya dapat lahir dengan jarak sekitar 10 hingga 60 menit.

Anak kucing juga dapat lahir dengan posisi kepala lebih dahulu maupun ekor lebih dahulu.

Kapan Harus Menghubungi Dokter Hewan?

Persalinan pada kucing umumnya berlangsung selama beberapa jam, meski durasinya dapat berbeda pada setiap induk. Kucing juga dapat beristirahat di antara kelahiran anak.

Pemilik sebaiknya segera menghubungi dokter hewan jika kucing mengejan kuat selama 20-30 menit tetapi tidak ada anak yang lahir, terlihat mengalami kesakitan, mengalami perdarahan dalam jumlah banyak, atau menunjukkan kondisi yang dianggap tidak normal.

Setelah proses melahirkan selesai, induk membutuhkan tempat yang tenang untuk beristirahat dan menyusui anak-anaknya. Lingkungan yang nyaman juga membantu induk merasa aman saat merawat dan membangun ikatan dengan anaknya.

Dengan mengenali tanda-tanda tersebut, pemilik dapat lebih siap menghadapi proses persalinan dan memberikan lingkungan yang aman bagi induk serta anak-anaknya.