Jakarta — Gerakan Rakyat Menggugat Jambi (GERAM Jambi) menggelar aksi demonstrasi di depan Gedung Komisi Pemberantasan Korupsi Republik Indonesia (KPK RI) pada Senin, 17 November 2025, mendesak lembaga antirasuah tersebut mengusut dugaan korupsi dalam pengelolaan tambang batu bara oleh PT Bumi Bara Makmur Mandiri (BBMM) di Provinsi Jambi.
Dalam aksi tersebut, para peserta membawa sejumlah poster yang menyoroti dugaan penyimpangan pada aktivitas pertambangan dan tata kelola keuangan perusahaan, termasuk indikasi manipulasi laporan produksi, penggelapan pajak, dan potensi kerugian negara yang diduga mencapai miliaran rupiah.
GERAM Jambi menyampaikan bahwa hasil penelusuran lapangan serta telaah dokumen internal yang mereka peroleh menunjukkan adanya indikasi kuat penyimpangan yang melibatkan perusahaan tersebut. Mereka menilai praktik itu berpotensi mengurangi penerimaan negara dari sektor pertambangan dan merugikan masyarakat Jambi sebagai daerah penghasil.
“Kami mendesak KPK RI segera menyelidiki dugaan praktik korupsi dan penyimpangan di PT BBMM. Negara dan masyarakat Jambi tidak boleh terus dirugikan,” ujar Koorlap GERAM Jambi, Andri.
GERAM Jambi juga menilai lemahnya pengawasan pemerintah daerah serta tidak optimalnya penegakan hukum menjadi celah terjadinya praktik manipulasi laporan produksi, peredaran batu bara ilegal, hingga dugaan penghindaran pajak dan royalti.
GERAM Jambi pun menyampaikan bahwa mereka telah menyampaikan segala bukti dan bahan informasi pada KPK RI. Ketika tidak ada progres pengusutan berarti, GERAM Jambi memastikan bakal gelar aksi lebih luas dan masif lagi. (*)

