Jakarta — Google resmi mengintegrasikan kecerdasan buatan Gemini langsung ke browser Chrome untuk perangkat MacOS, Windows, dan Chromebook Plus. Kehadiran Gemini ini membawa sejumlah fitur berbasis AI yang dirancang untuk membantu pengguna menjelajah web dengan lebih efisien, memanfaatkan model terbaru Gemini 3.
“Kami memperkenalkan pembaruan besar untuk Gemini di Chrome untuk MacOS, Windows, dan Chromebook Plus yang membantu Anda memaksimalkan pengalaman browsing di web. Dibangun di atas Gemini 3, model kecerdasan buatan (AI) tercanggih kami, kami mengintegrasikan fitur AI baru yang kuat di Chrome yang membantu Anda melakukan multitasking di seluruh web dengan pengalaman panel samping yang baru,” tulis Vice President Chrome, Parisa Tabriz, dalam blog resmi Google.
Dengan integrasi ini, Chrome tidak lagi sekadar berfungsi sebagai peramban web. Browser tersebut kini juga berperan sebagai asisten digital yang mampu membantu pencarian informasi, merangkum konten, hingga menyelesaikan berbagai tugas kompleks lintas aplikasi.
Side Panel Gemini untuk Multitasking
Salah satu pembaruan utama adalah kehadiran side panel Gemini. Fitur ini memungkinkan pengguna tetap fokus pada tab utama sambil menjalankan berbagai tugas lain melalui panel samping.
Melalui side panel, Gemini dapat membantu membandingkan informasi dari beberapa tab sekaligus, merangkum ulasan produk dari berbagai situs, hingga membantu mencocokkan jadwal pada kalender yang padat. Pendekatan ini dirancang agar pengguna tidak perlu bolak-balik berpindah tab saat melakukan multitasking.
Edit Gambar Langsung di Web
Google juga menghadirkan kemampuan kreatif Nano Banana ke dalam Chrome. Fitur ini memungkinkan pengguna mengedit dan mentransformasi gambar langsung dari halaman web tanpa harus mengunduh file atau membuka aplikasi tambahan.
Cukup dengan mengetik perintah di side panel Gemini, pengguna dapat mengubah visual menjadi infografis, mencari inspirasi desain interior, atau memproses gambar untuk kebutuhan riset dan presentasi.
Terhubung dengan Gmail dan Layanan Google Lainnya
Gemini di Chrome mendukung fitur Connected Apps yang memungkinkan AI terhubung langsung dengan berbagai layanan Google, seperti Gmail, Calendar, YouTube, Maps, Google Shopping, dan Google Flights.
Sebagai contoh, Gemini dapat membantu merencanakan perjalanan dinas dengan mencari email lama berisi detail acara, mencocokkannya dengan data penerbangan, lalu menyusun draf email untuk memberi tahu rekan kerja mengenai waktu kedatangan. Integrasi ini dapat diaktifkan maupun dinonaktifkan melalui pengaturan Gemini.
Personal Intelligence
Dalam beberapa bulan ke depan, Google juga akan menghadirkan fitur Personal Intelligence ke Chrome. Fitur ini memungkinkan Gemini mengingat konteks dari percakapan sebelumnya agar dapat memberikan respons yang lebih relevan dan personal.
Pengguna tetap memiliki kendali penuh, termasuk menentukan aplikasi mana saja yang boleh terhubung serta memutuskan koneksi kapan pun. Dengan Personal Intelligence, Chrome diposisikan sebagai mitra digital yang memahami kebiasaan dan kebutuhan penggunanya.
Auto Browse dan Agentic AI
Chrome juga melangkah lebih jauh dengan memperkenalkan fitur auto browse bagi pelanggan AI Pro dan Ultra di Amerika Serikat. Fitur agentic AI ini dirancang untuk menjalankan tugas multi-langkah secara otomatis.
Auto browse dapat membantu merencanakan liburan dengan membandingkan harga hotel dan tiket pesawat, mengisi formulir online, mengatur janji temu, mengumpulkan dokumen pajak, hingga mengelola langganan. Dengan kemampuan multimodal Gemini, fitur ini bahkan dapat mengenali objek dari foto, mencari produk serupa, lalu memasukkannya ke keranjang belanja sesuai anggaran.
Ke depan, Chrome juga akan mendukung Universal Commerce Protocol (UCP), standar terbuka yang memungkinkan agen AI melakukan transaksi lintas platform e-commerce.
Google menegaskan bahwa Gemini di Chrome dikembangkan dengan standar keamanan yang ketat. Untuk tindakan sensitif seperti pembelian atau unggahan ke media sosial, fitur auto browse akan berhenti dan meminta konfirmasi pengguna.
Dengan rangkaian pembaruan ini, Google menandai langkah awal menuju konsep agentic web, di mana browser tidak hanya menampilkan informasi, tetapi juga aktif membantu pengguna menyelesaikan berbagai pekerjaan digital secara lebih efisien.

