Malang — Sebuah pabrik tahu yang berada di Dusun Krajan, Desa Sutojayan, Kecamatan Pakisaji, Kabupaten Malang, Jawa Timur, mengalami ledakan pada Sabtu (31/1) pagi. Insiden tersebut mengakibatkan satu orang pekerja meninggal dunia di lokasi kejadian.

Korban diketahui bernama Purnomo (46), warga Desa Wajak, Kecamatan Wajak, Kabupaten Malang. Ia merupakan pekerja yang bertugas sebagai operator tungku pemanas di pabrik tahu tersebut.

Kasi Humas Polres Malang, AKP Bambang Subinanjar, menjelaskan bahwa ledakan terjadi sekitar pukul 06.30 WIB. Saat kejadian, korban tengah menjalankan tugasnya mengoperasikan tungku pemanas atau ketel yang digunakan untuk menghasilkan uap dalam proses produksi tahu.

Berdasarkan hasil penyelidikan awal, polisi menduga ledakan berasal dari ketel pemanas yang digunakan korban. Dugaan sementara, ledakan dipicu oleh tekanan uap dan suhu panas yang berlebih di dalam ketel.

“Korban saat itu sedang menyalakan tungku ketel menggunakan kayu bakar. Dugaannya karena tekanan uap dan suhu panas berlebih di dalam ketel sehingga menyebabkan ledakan,” kata Bambang, Minggu (1/2).

Akibat ledakan tersebut, korban terpental sejauh beberapa meter dan dinyatakan meninggal dunia di tempat kejadian. Selanjutnya, jenazah korban dievakuasi ke Rumah Sakit Umum Daerah dr. Saiful Anwar (RSSA) Kota Malang untuk dilakukan visum guna memastikan penyebab pasti kematian.

Petugas kepolisian bersama tim Identifikasi Satreskrim Polres Malang segera mendatangi lokasi kejadian untuk melakukan olah tempat kejadian perkara (TKP) serta mengamankan area sekitar pabrik.

Bambang menambahkan, pihak kepolisian masih melakukan pendalaman lebih lanjut terkait penyebab pasti ledakan tersebut. Polisi juga tengah menyelidiki kemungkinan adanya unsur kelalaian dalam peristiwa ini dengan mengumpulkan keterangan saksi serta mengamankan sejumlah barang bukti.

“Kami masih melakukan pendalaman dan koordinasi lanjutan guna mengetahui penyebab pasti kejadian ini. Saat ini fokus kami adalah penanganan tempat kejadian perkara dan kelengkapan administrasi penyelidikan,” ujar Bambang.