Jakarta – Keputusan Liverpool merekrut bek tengah muda Rennes, Jeremy Jacquet, menuai kritik tajam. Klub Liga Inggris tersebut disebut telah mengambil langkah yang keliru setelah mengeluarkan dana fantastis sebesar 60 juta poundsterling atau setara Rp1,3 triliun untuk pemain berusia 20 tahun itu.
Kritik keras datang dari legenda sepak bola Prancis, Christophe Dugarry. Ia menilai manajemen The Reds kehilangan akal sehat dengan menyetujui nilai transfer tersebut demi mendatangkan Jacquet dari klub Ligue 1 Prancis.
Jeremy Jacquet diketahui telah menyelesaikan tes medis sebagai bagian dari proses kepindahannya ke Liverpool. Meski demikian, pemain yang juga diminati Chelsea itu baru akan resmi bergabung dengan skuad The Reds pada 1 Juli mendatang.
Dugarry tidak menampik bahwa Jacquet memiliki kualitas sebagai pemain bertahan. Namun, menurutnya, nilai transfer yang dikeluarkan Liverpool jauh dari kata masuk akal.
“Ini bukan bermaksud menyinggung pemain; jujur saja, dia sama sekali tidak bersalah, dan kita mendoakan yang terbaik untuknya karena dia pemain bagus. Namun, ketika ada pihak yang bodoh seperti itu maka selamat kepada Rennes,” ujar Dugarry kepada RMC Sport, seperti dikutip dari Daily Mail.
Ia bahkan menyebut Rennes diuntungkan secara besar dalam kesepakatan tersebut.
“Rennes berhasil menemukan ‘orang bodoh’ seperti Liverpool untuk membayar 72 juta euro,” lanjutnya.
Lebih jauh, Dugarry menilai nilai transfer yang terlalu tinggi justru berpotensi menjadi beban bagi Jacquet. Ia meyakini sang pemain akan langsung berada di bawah tekanan besar sejak tiba di Anfield.
“Bahkan untuk Jacquet kecil yang malang, transfer ini akan memberikan banyak tekanan kepadanya. Dia akan datang dengan beban yang berat, meskipun dia pemain yang sangat bagus,” kata Dugarry.

