Jakarta — Dua diplomat Norwegia, Mona Juul dan suaminya Terje Rød-Larsen, tengah diselidiki otoritas Norwegia terkait dugaan keterlibatan dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein. Penyelidikan ini mencuat setelah sejumlah berkas Epstein dibuka ke publik.
Pada Senin (9/2), unit kejahatan keuangan Norwegia, Økokrim, mengumumkan bahwa Juul telah mengundurkan diri dari jabatannya sebagai duta besar Norwegia untuk Yordania dan Irak pada pekan lalu. Ia kini diselidiki atas dugaan korupsi berat.
Sementara itu, suaminya, Terje Rød-Larsen, mantan diplomat sekaligus mantan presiden International Peace Institute (IPI), juga sedang diselidiki dalam kasus yang sama.
“Kami telah membuka penyelidikan untuk memastikan apakah ada tindak pidana yang terjadi. Kami menghadapi penyelidikan yang menyeluruh dan, menurut semua laporan, bersifat jangka panjang,” ujar Kepala Økokrim, Pål Lønseth, seperti dikutip The Guardian.
“Selain itu, Økokrim akan menelusuri apakah [Juul] menerima keuntungan terkait posisinya,” tambahnya.
Berkas yang dirilis oleh Kementerian Kehakiman Amerika Serikat (DOJ) menunjukkan bahwa Juul dan Rød-Larsen menerima warisan senilai US$10 juta atau sekitar Rp167 miliar dari Epstein untuk kedua anak mereka.
Selain itu, Rød-Larsen sempat ditunjuk sebagai eksekutor wasiat Epstein pada 2017, meski penunjukan tersebut kemudian dibatalkan.
Pasangan tersebut juga diduga mengunjungi pulau pribadi Epstein bersama anak-anak mereka pada 2011. Dalam sebuah surel, Rød-Larsen menyampaikan ucapan terima kasih kepada Epstein atas perjalanan tersebut dan menyebut pulau itu sebagai tempat yang “sangat unik”.
“Kami semua menyukainya!” tulis Rød-Larsen dalam email itu, sebelum menambahkan, “Mona mengirimkan ciuman.”
Menteri Luar Negeri Norwegia, Espen Barth Eide, saat mengumumkan pengunduran diri Juul, menyatakan bahwa kontak Juul dengan Epstein “menunjukkan kesalahan penilaian yang serius”.
“Situasi ini membuat sulit untuk mengembalikan kepercayaan yang diperlukan oleh posisinya,” ujar Eide.
Sementara itu, pengacara Juul, Thomas Skjelbred, menyebut tuduhan yang dialamatkan kepada kliennya sebagai tuduhan yang “serius”.
“Pada saat yang sama, ia memandang positif tuduhan ini akan diselidiki sehingga keadaan yang sebenarnya dapat diklarifikasi. Klien saya tidak mengakui tuduhan yang dilayangkan kepadanya,” kata Skjelbred.
Juul dan Rød-Larsen diketahui merupakan bagian dari kelompok kecil diplomat yang berperan dalam memfasilitasi Perjanjian Oslo 1993–1995. Kasus ini menjadikan mereka sebagai pejabat Norwegia terbaru yang terseret dalam sorotan berkas Epstein.
Pengungkapan tersebut mengejutkan publik Norwegia, terlebih mengingat hubungan Epstein dengan Putri Mahkota Mette-Marit, serta keterkaitannya dengan sejumlah tokoh ternama lainnya.
Selain itu, Økokrim juga membuka penyelidikan terhadap Thorbjørn Jagland, mantan Perdana Menteri dari Partai Buruh Norwegia, mantan ketua Komite Nobel Norwegia, serta mantan sekretaris jenderal Dewan Eropa.

