Jakarta — Pangeran William disebut sempat menghubungi pamannya, Andrew Mountbatten-Windsor, setelah diusir dari Istana terkait skandal Jeffrey Epstein files dan pencabutan gelar kerajaannya.

Informasi tersebut diungkap penulis Robert Hardman dalam buku terbarunya, Elizabeth II: In Private. In Public. The Inside Story. Dalam buku itu disebutkan bahwa William menghubungi adik ayahnya untuk menyampaikan “simpati”.

Langkah tersebut membuat Andrew tersentuh. Ia disebut menganggap William sebagai “salah satu dari sedikit orang” yang menghubunginya saat situasi tersebut terjadi.

Sementara itu, Page Six pada Kamis (9/4) melaporkan telah mencoba menghubungi Istana Kensington terkait klaim tersebut, namun belum mendapatkan tanggapan.

Di sisi lain, laporan sebelumnya pada Februari 2026 menyebut bahwa Pangeran William justru menjadi pihak yang meminta ayahnya dan mendiang neneknya untuk mengusir Andrew Mountbatten-Windsor pada 2019.

Permintaan itu muncul setelah Andrew membela hubungannya dengan Jeffrey Epstein dalam wawancara dengan BBC melalui program Newsnight.

“William benar-benar bersikeras setelah melihat wawancara BBC Newsnight dengan pamannya dan penjelasan buruk yang ia berikan tentang persahabatannya dengan pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein,” ujar penulis kerajaan Russell Myers kepada Us Weekly.

Ia juga menambahkan bahwa sikap Andrew yang menolak meminta maaf serta tidak mengakui trauma para korban menjadi perhatian serius.

“[Andrew] menolak untuk meminta maaf atas hubungannya itu dan menolak untuk mengakui trauma sebenarnya yang dialami para korban Epstein adalah red flag mutlak bagi William,” ujarnya, seperti dikutip Page Six pada Rabu (25/2).

Menurutnya, William bahkan secara tegas menyampaikan kepada mendiang Ratu Elizabeth II dan ayahnya, Raja Charles III, bahwa Andrew harus disingkirkan dari keluarga kerajaan, baik secara publik maupun pribadi.

Andrew Mountbatten-Windsor sebelumnya ditangkap pada ulang tahunnya pada Februari 2026 karena hubungannya dengan mendiang Jeffrey Epstein.

Kondisi hukum pria berusia 66 tahun itu kini semakin tertekan. Selain skandal pelecehan, putra kedua Ratu Elizabeth II tersebut juga menghadapi dakwaan baru terkait dugaan pelanggaran dalam jabatan publik.

Ia dituduh membocorkan dokumen perdagangan rahasia Inggris kepada Epstein saat masih menjabat sebagai utusan perdagangan resmi. Jika terbukti bersalah, Andrew terancam hukuman penjara seumur hidup.

Dampak skandal ini turut dirasakan keluarga dekatnya. Kedua putrinya, Putri Beatrice dan Putri Eugenie, disebut merasa sangat malu dan memilih mundur dari berbagai organisasi, serta berencana meninggalkan Inggris.