Jakarta — EDUSPORTS edisi kali ini mengulas tipe lapangan yang digunakan dalam empat turnamen grand slam pada cabang olahraga tenis. Setiap turnamen memiliki karakteristik lapangan yang berbeda, sehingga memengaruhi gaya permainan para atlet.
Empat turnamen grand slam tersebut adalah Australian Open, French Open, Wimbledon Championships, dan US Open.
1. Hard Court (Lapangan Keras)

Lapangan keras digunakan pada Australian Open dan US Open. Permukaannya terbuat dari bahan akrilik atau sintetis yang dilapisi di atas aspal atau beton.
Karakter lapangan ini cenderung seimbang, tidak terlalu cepat maupun lambat. Bola memantul dengan konsisten, sehingga cocok untuk berbagai gaya bermain, baik ofensif maupun defensif.
2. Clay Court (Lapangan Tanah Liat)

Lapangan tanah liat digunakan pada French Open. Permukaan ini terbuat dari tanah liat yang dihancurkan, biasanya berwarna merah.
Lapangan ini menghasilkan pantulan bola yang lebih tinggi dan lambat. Permainan di clay court menuntut stamina tinggi serta kemampuan bertahan, karena reli cenderung lebih panjang.
3. Grass Court (Lapangan Rumput)
Lapangan rumput digunakan di Wimbledon Championships. Ini merupakan tipe lapangan tertua dalam dunia tenis.
Permukaan rumput membuat bola bergerak lebih cepat dengan pantulan rendah. Gaya permainan servis dan voli biasanya lebih dominan di lapangan ini.
Perbedaan jenis lapangan dalam turnamen grand slam menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan strategi dan performa pemain. Adaptasi terhadap karakter lapangan menjadi kunci keberhasilan di level tertinggi tenis dunia.

