Jakarta — Delegasi Amerika Serikat yang dipimpin Wakil Presiden JD Vance tiba di Islamabad, Pakistan pada Sabtu (12/4) pagi untuk membahas negosiasi gencatan senjata dengan Iran.

Amerika Serikat dan Iran dijadwalkan menggelar pembicaraan pada hari yang sama di Islamabad. Sejumlah isu strategis diperkirakan menjadi topik utama, mulai dari program nuklir Iran, persoalan Hizbullah, hingga dinamika di Selat Hormuz.

Sebelum bertolak ke Pakistan, Vance sempat mengingatkan Iran agar menjalankan negosiasi dengan itikad baik.

“Jika Iran bersedia bernegosiasi dengan itikad baik, kami tentu bersedia mengulurkan tangan,” ujar Vance, seperti dikutip Al Monitor.

“Namun, jika mereka mencoba mempermainkan kami, maka mereka akan mendapati tim negosiasi kami tidak begitu responsif,” lanjutnya.

Di sisi lain, delegasi Iran telah lebih dulu tiba di Islamabad pada Sabtu dini hari waktu setempat. Delegasi tersebut dipimpin Ketua Parlemen Mohammad Bagher Ghalibaf.

Sebelum keberangkatan, Ghalibaf menyampaikan sikap Iran yang tetap berhati-hati terhadap pemerintah Donald Trump.

“Kami punya niat baik, tapi kami tak percaya. Pengalaman kami dalam bernegosiasi dengan Amerika selalu berakhir dengan kegagalan dan ingkar janji,” ujarnya.

Negosiasi antara kedua negara diperkirakan berlangsung selama beberapa hari. Salah satu sumber menyebut pembicaraan bisa berjalan cukup lama mengingat kompleksitas isu yang dibahas.

Sumber lain menyatakan pembicaraan langsung kemungkinan hanya berlangsung dua hingga tiga hari karena faktor keamanan, seperti dilaporkan Anadolu Agency.

Sementara itu, Dewan Nasional Tertinggi Iran sebelumnya menyebutkan bahwa proses negosiasi dapat berlanjut hingga 15 hari. Hal ini mengindikasikan sebagian anggota delegasi kemungkinan akan tetap berada di Islamabad setelah hari Sabtu.