Jakarta — Kurang tidur biasanya membuat lingkaran hitam muncul di sekitar mata yang sering disebut mata panda. Namun, ada kondisi lain yang membuat area sekitar mata tampak lebam seperti habis dibogem, yakni raccoon eyes atau mata rakun.
Raccoon eyes bukan sekadar perubahan warna kulit di sekitar mata. Kondisi ini dapat menjadi tanda cedera kepala serius, terutama jika muncul setelah mengalami trauma seperti terjatuh atau kepala terbentur.
Karena itu, penting mengenali penyebab dan kondisi yang menyertai raccoon eyes agar dapat menentukan kapan perlu segera mendapatkan pertolongan medis.
Apa Itu Raccoon Eyes?
Mengutip Healthline, raccoon eyes paling sering dikaitkan dengan fraktur dasar tengkorak atau basal skull fracture. Dasar tengkorak merupakan bagian bawah tengkorak yang menjadi tempat otak bertumpu.
Ketika terjadi patah tulang pada bagian tersebut, darah dapat terkumpul di jaringan sekitar mata dan menyebabkan munculnya memar berwarna gelap.
Kondisi ini dapat terjadi akibat kecelakaan kendaraan, terjatuh, cedera olahraga, atau benturan keras pada kepala.
Raccoon eyes juga dapat muncul akibat retaknya tulang-tulang tipis di sekitar mata. Cedera pada wajah, seperti patah hidung atau tulang pipi, juga dapat memicu kondisi serupa.
Memar tersebut tidak selalu muncul sesaat setelah cedera. Pada beberapa kasus, pembengkakan wajah dapat bertahan selama beberapa hari sebelum akhirnya muncul perubahan warna di sekitar mata.
Raccoon Eyes Beda dengan Mata Panda
Raccoon eyes perlu dibedakan dari lingkaran hitam biasa akibat kurang tidur.
Mengutip Cleveland Clinic, lingkaran hitam akibat kurang tidur umumnya hanya menyebabkan kulit di bawah mata terlihat lebih gelap. Kondisi tersebut bukan berupa memar akibat perdarahan di jaringan.
Sementara itu, raccoon eyes merupakan perdarahan atau memar pada jaringan di sekitar mata. Jika muncul setelah cedera kepala, kondisi ini lebih mengkhawatirkan karena dapat berkaitan dengan cedera pada tengkorak.
Penyebab Raccoon Eyes
Secara umum, raccoon eyes terjadi akibat penumpukan darah di bawah kulit di sekitar mata. Namun, penyebabnya tidak selalu berupa cedera kepala.
Mengutip All About Vision, berikut sejumlah kondisi yang dapat menyebabkan munculnya raccoon eyes:
1. Cedera atau Trauma
Pembuluh darah di sekitar mata sangat halus sehingga dapat pecah akibat benturan. Trauma langsung pada wajah atau kepala dapat menyebabkan darah terkumpul di bawah kulit dan memunculkan memar.
Dalam kondisi tertentu, tekanan akibat batuk keras, bersin kuat, muntah, atau mengucek area wajah juga dapat memicu memar di sekitar mata.
2. Operasi
Memar di sekitar mata juga dapat muncul setelah prosedur bedah, terutama operasi yang melibatkan tulang atau area hidung, seperti rhinoplasty.
3. Infeksi
Beberapa jenis infeksi dapat menyebabkan kondisi yang menyerupai raccoon eyes. Contohnya infeksi adenovirus berat pada anak serta infeksi sinus frontal yang menyebabkan pembengkakan dan peradangan.
4. Gangguan Pembuluh Darah
Sejumlah kondisi vaskular juga dapat menyebabkan memar di sekitar mata. Kondisi tersebut termasuk perdarahan di otak, radang pembuluh darah besar, dan peningkatan tekanan di dalam tengkorak.
Pada kasus tertentu, migrain juga dilaporkan berkaitan dengan gejala yang menyerupai raccoon eyes.
5. Penyakit Sistemik
Penyakit yang memengaruhi tubuh secara luas, seperti lupus, juga dapat menyebabkan periorbital ecchymosis atau memar di sekitar mata.
Dalam beberapa kasus, raccoon eyes juga dapat menjadi tanda kanker tertentu, termasuk neuroblastoma atau sarkoma Kaposi.
Bagaimana Raccoon Eyes Diobati?
Menurut WebMD, raccoon eyes bukan merupakan masalah kulit sehingga tidak membutuhkan perawatan khusus untuk menghilangkan warna gelapnya.
Namun, jika raccoon eyes muncul setelah cedera kepala, segera cari bantuan medis.
Dokter dapat melakukan pemeriksaan, termasuk CT scan, untuk mengetahui apakah terdapat kerusakan pada otak atau tengkorak.
Pada kondisi yang parah, tindakan operasi mungkin diperlukan untuk menghilangkan gumpalan darah, memperbaiki pembuluh darah yang pecah, atau mengatasi pecahan tulang.
Jika pasien mengalami gegar otak, diperlukan perawatan medis lanjutan dan istirahat yang cukup.
Sebagian besar patah tulang tengkorak dapat sembuh dengan sendirinya, tetapi proses pemulihannya dapat membutuhkan waktu beberapa bulan.
Dengan demikian, perubahan warna gelap di sekitar kedua mata tidak selalu berarti seseorang hanya kurang tidur. Jika tampak seperti memar dan muncul setelah benturan atau cedera kepala, kondisi tersebut sebaiknya tidak diabaikan.

