Jakarta — Sebuah rumah warga di wilayah Kuhestak, Kabupaten Sirik, Iran, mengalami kerusakan parah setelah serangan udara Amerika Serikat pada Rabu (2/9). Serangan tersebut dilaporkan mengenai lokasi pesta pernikahan dan menyebabkan sedikitnya lima orang tewas serta puluhan lainnya terluka.
Sejumlah puing terlihat berserakan di sekitar rumah yang menjadi lokasi serangan. Dinding dan bagian jendela bangunan dilaporkan mengalami kerusakan akibat ledakan.
Menurut laporan dari pihak Iran, serangan tersebut menghantam sebuah kediaman warga yang tengah digunakan untuk menggelar pesta pernikahan. Korban tewas disebut mencapai lima orang, sementara 63 orang lainnya terluka.
Laporan mengenai jumlah korban memang berbeda di sejumlah sumber. Al Jazeera, misalnya, pada awalnya melaporkan sedikitnya empat orang tewas dan lebih dari 50 orang terluka, sementara laporan lain menyebut lima korban meninggal.
Serangan terjadi ketika ketegangan antara Amerika Serikat dan Iran kembali meningkat, terutama terkait situasi di Selat Hormuz.
AS Klaim Sasarannya Target Militer Iran
Militer Amerika Serikat sebelumnya mengumumkan serangkaian serangan terhadap sasaran yang dikaitkan dengan Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC).
Menurut laporan Reuters, sasaran serangan AS mencakup sistem pertahanan udara, radar, aset maritim, fasilitas kemampuan peletakan ranjau serta fasilitas komunikasi. Serangan tersebut disebut dilakukan setelah adanya dugaan upaya Iran menyerang kapal komersial di sekitar Selat Hormuz.
Namun, lokasi pesta pernikahan di Kuhestak turut terdampak dalam rangkaian serangan tersebut. Laporan mengenai jatuhnya korban sipil kemudian memicu kecaman dari pihak Iran.
Iran menuduh Amerika Serikat melakukan serangan terhadap warga sipil yang sedang menghadiri pesta pernikahan. Organisasi Bulan Sabit Merah Iran juga menyatakan bahwa karakter sipil lokasi tersebut dan keberadaan warga sipil menimbulkan kekhawatiran berdasarkan hukum humaniter internasional serta menyerukan penyelidikan independen.
Ketegangan di Selat Hormuz Meningkat
Serangan di Sirik berlangsung di tengah meningkatnya ketegangan Amerika Serikat dan Iran di kawasan Selat Hormuz.
Sebelumnya, terjadi pertukaran serangan yang berkaitan dengan aktivitas militer dan pelayaran komersial di kawasan tersebut. Amerika Serikat menyatakan operasi militernya berkaitan dengan upaya Iran menyerang kapal komersial, sedangkan Iran kemudian melakukan serangan balasan terhadap sejumlah aset dan pangkalan Amerika Serikat di kawasan.
Situasi tersebut membuat Selat Hormuz kembali menjadi salah satu titik paling sensitif dalam konflik Amerika Serikat dan Iran. Jalur perairan tersebut merupakan rute penting bagi perdagangan energi global.

