JAMBI — Kualitas udara di Kota Jambi kembali memburuk. Data pemantauan AQI pada Selasa (15/9/2026) pukul 16.51 WIB menunjukkan indeks kualitas udara mencapai 168, atau masuk kategori “Tidak Sehat”. Kondisi tersebut terutama dipengaruhi tingginya konsentrasi PM2.5 yang mencapai 91 µg/m³. Sementara konsentrasi PM10 tercatat 80 µg/m³.
Aplikasi pemantau kualitas udara tersebut juga menggambarkan kondisi Jambi sebagai “smoky haze” atau kabut asap.
Pada saat yang sama, suhu udara tercatat mencapai 38 derajat Celsius, dengan kecepatan angin sekitar 3,6 km/jam dan kelembapan hanya 20 persen.
Data pada aplikasi itu bahkan menempatkan Jambi di peringkat keempat kota paling tercemar di dunia pada saat pembaruan tersebut. Peringkat ini bersifat dinamis dan dapat berubah mengikuti kondisi serta pembaruan data kota-kota lain.
Kategori tidak sehat menjadi peringatan bahwa paparan udara tercemar perlu diwaspadai, terutama bagi kelompok sensitif. Masyarakat disarankan mengurangi aktivitas luar ruangan ketika kondisi udara memburuk dan menggunakan masker yang sesuai jika harus beraktivitas di luar.
Tingginya PM2.5 juga menjadi perhatian karena partikelnya berukuran sangat kecil sehingga dapat masuk.

