Jakarta — Paramount Skydance berencana menambah utang untuk mendukung akuisisi Warner Bros. Discovery (WBD) yang nilainya mencapai sekitar US$111 miliar, sekaligus melunasi sejumlah utang yang telah ada.
Pada Kamis (24/9), Paramount mengumumkan peluncuran sindikasi untuk menghimpun dana sebesar US$7,5 miliar melalui usulan tambahan pinjaman berjangka “B” dengan jaminan senior.
Dengan kurs US$1 setara Rp17.955 seperti yang tercantum dalam naskah, nilai US$7,5 miliar tersebut setara sekitar Rp134,7 triliun, bukan Rp133,6 miliar.
Secara keseluruhan, Paramount menyatakan berencana menghimpun tambahan utang dengan jaminan sekitar US$44,4 miliar, di luar pendanaan yang telah diumumkan sebelumnya. Reuters juga melaporkan rencana penghimpunan sekitar US$44,4 miliar dalam bentuk utang tambahan tersebut.
“Paramount bermaksud menggunakan hasil bersih dari pinjaman ini, bersama dengan kas yang tersedia dan hasil bersih dari pendanaan ekuitas yang telah diumumkan sebelumnya, untuk membiayai harga pembelian dalam akuisisi Warner Bros. Discovery, Inc. yang telah diumumkan sebelumnya serta untuk pelunasan utang tertentu yang ada saat ini,” ujar Paramount seperti diberitakan Variety pada Kamis (24/9).
Utang Entitas Gabungan Diperkirakan Capai Puluhan Miliar Dolar
Pada akhir 2026, berdasarkan perhitungan pro forma, entitas gabungan Paramount-Warner Bros. diperkirakan memiliki utang bersih sebesar US$77,2 miliar, menurut estimasi analis Morgan Stanley dalam laporan yang terbit 22 September 2026.
Dengan adanya tambahan pinjaman yang sedang diupayakan Paramount, estimasi tersebut berpotensi berubah.
Reuters menyebut perusahaan gabungan diperkirakan memiliki utang sekitar US$80 miliar setelah transaksi selesai.
Paramount sebelumnya juga telah menyiapkan berbagai sumber pendanaan untuk mendukung transaksi tersebut. Perusahaan dan WBD mengumumkan kesepakatan akuisisi pada Februari 2026 dengan nilai perusahaan WBD sekitar US$110 miliar.
Larry Ellison Berikan Jaminan Pendanaan
Pendiri Oracle sekaligus miliarder Larry Ellison disebut telah memberikan jaminan pribadi untuk pendanaan ekuitas sebesar US$46,7 miliar bagi pengambilalihan WBD.
Paramount juga telah mengamankan komitmen pendanaan sebesar US$24 miliar dari dana kekayaan negara (sovereign wealth fund) Arab Saudi, Qatar, dan Uni Emirat Arab.
Menurut Paramount, ketiga dana asal Timur Tengah tersebut akan memiliki 38,5 persen saham entitas gabungan Paramount-Warner Bros.
Proses Akuisisi Masih Menghadapi Gugatan
Kesepakatan Paramount dengan Warner Bros. Discovery telah melewati salah satu hambatan hukum utama setelah Paramount mencapai penyelesaian dengan jaksa agung dari 12 negara bagian terkait gugatan antimonopoli. Reuters melaporkan penyelesaian tersebut membuka jalan bagi transaksi senilai sekitar US$110 miliar untuk melanjutkan prosesnya.
Namun, proses hukum tersebut belum sepenuhnya berakhir. Hakim yang menangani perkara antimonopoli masih mempertanyakan sejumlah aspek penyelesaian antara Paramount dan para jaksa agung negara bagian.
Sejumlah pihak juga masih berupaya menggagalkan merger tersebut. Kelompok Block the Merger mengajukan permohonan darurat kepada Hakim Pengadilan Distrik AS, Martínez-Olguín.
Mereka meminta Hakim Martínez-Olguín untuk “memberikan kesempatan kepada pihak-pihak yang berkepentingan guna mengajukan keberatan secara resmi” terkait proses akuisisi tersebut.

