Jakarta — Pemerintahan Donald Trump resmi menurunkan standar efisiensi bahan bakar kendaraan di Amerika Serikat (AS) untuk tahun-tahun model kendaraan hingga 2031. Kebijakan tersebut membalik arah aturan pada era Joe Biden yang mendorong peningkatan efisiensi kendaraan dan memberi insentif bagi produsen untuk mengembangkan kendaraan listrik.

Departemen Transportasi AS melalui National Highway Traffic Safety Administration (NHTSA) pada Senin (28/9) merilis aturan baru yang mengubah standar Corporate Average Fuel Economy (CAFE). Pemerintah AS menyebut perubahan tersebut ditujukan untuk menurunkan harga kendaraan baru dan memberi produsen lebih banyak fleksibilitas dalam menentukan jenis kendaraan yang diproduksi.

Sebelumnya, Reuters melaporkan bahwa pemerintahan Trump akan memfinalisasi standar efisiensi BBM yang jauh lebih rendah dibandingkan aturan era Biden.

Presiden Donald Trump mengatakan dirinya telah menyetujui standar efisiensi BBM baru untuk mobil dan truk. Menteri Transportasi AS Sean Duffy juga menyebut perubahan tersebut sebagai langkah bagi industri otomotif Amerika.

“Kemenangan besar bagi pekerja otomotif Amerika akan datang Senin,” kata Sean Duffy, dikutip Reuters, Sabtu (26/9).

Dalam aturan final, NHTSA memperkirakan rata-rata efisiensi bahan bakar armada kendaraan akan mencapai 34,9 mil per galon (mpg) pada 2031, naik dari sekitar 30,1 mpg pada kendaraan tahun model 2024.

Angka tersebut lebih rendah dibandingkan target 50,4 mpg yang sebelumnya dikaitkan dengan standar era Biden.

Standar BBM Turun, Harga Kendaraan Diproyeksikan Lebih Murah

Pemerintah AS menyatakan aturan baru dapat menurunkan biaya kendaraan baru. Departemen Transportasi memperkirakan rata-rata harga kendaraan baru dapat berkurang sekitar US$1.300 dan konsumen dapat menghemat sekitar US$138 miliar dalam lima tahun.

Aturan tersebut juga memberikan keleluasaan lebih besar kepada produsen dalam memproduksi kendaraan yang menggunakan mesin pembakaran internal.

CAFE merupakan standar rata-rata efisiensi bahan bakar yang harus dicapai produsen untuk seluruh armada mobil dan truk mereka. Standar ini berada di bawah pengaturan NHTSA.

Perubahan tersebut berbeda dari pendekatan pemerintahan Biden yang menetapkan kenaikan standar efisiensi secara bertahap.

Dalam aturan yang diusulkan pada masa pemerintahan Trump sebelumnya, NHTSA memperkirakan standar rata-rata armada kendaraan pada 2031 sekitar 34,5 mpg. Angka tersebut kemudian menjadi bagian dari proses perubahan aturan sebelum standar final ditetapkan.

Era Biden Dorong Efisiensi dan Kendaraan Listrik

Pada masa pemerintahan Joe Biden, standar efisiensi BBM dinaikkan secara bertahap. Kebijakan tersebut menjadi bagian dari strategi untuk mengurangi konsumsi bahan bakar fosil dan emisi kendaraan sekaligus mendorong penggunaan kendaraan yang lebih efisien, termasuk mobil listrik.

Aturan baru pemerintahan Trump mengubah pendekatan tersebut. Pemerintah menyatakan standar yang lebih fleksibel akan memungkinkan produsen menyesuaikan kendaraan dengan permintaan konsumen.

Departemen Transportasi AS menyebut aturan tersebut sebagai Freedom Means Affordable Cars. Pemerintah juga menyatakan kebijakan itu bertujuan meningkatkan pilihan konsumen serta menurunkan biaya kendaraan baru.

Perubahan standar ini tidak secara langsung melarang atau menghapus mobil listrik dari pasar. Namun, dengan persyaratan efisiensi armada yang lebih rendah, tekanan regulasi terhadap produsen untuk meningkatkan efisiensi kendaraan menjadi berbeda dibandingkan kebijakan sebelumnya.

Dampak terhadap Konsumsi BBM dan Emisi

Sebelum aturan final diterbitkan, Kementerian Transportasi AS memperkirakan pelonggaran standar akan berdampak pada konsumsi bahan bakar dan emisi dalam jangka panjang.

Dalam laporan Reuters mengenai proposal tersebut, pemerintah memperkirakan perubahan standar dapat meningkatkan konsumsi BBM sekitar 100 miliar galon hingga 2050, sementara pengeluaran BBM diperkirakan bertambah sekitar US$185 miliar dan emisi CO2 meningkat sekitar 5 persen.

Perkiraan tersebut berasal dari analisis terhadap proposal sebelum aturan final diterbitkan. Sementara dalam pengumuman aturan final, Departemen Transportasi menggunakan perhitungan berbeda dan menyatakan standar baru justru akan mengurangi konsumsi minyak tahunan pada 2050 dibandingkan 2024.

Perbedaan angka tersebut menunjukkan adanya perubahan perhitungan antara tahap proposal dan aturan final.