JAKARTA — Perjalanan wisata ke luar negeri kini memiliki pilihan yang jauh berbeda dari paket liburan pada umumnya. Platform perjalanan asal China, Trip.com, menawarkan paket wisata antariksa suborbital seharga 5,1 juta yuan atau sekitar Rp13,3 miliar per orang.
Paket perjalanan selama enam hari tersebut ditawarkan melalui HHtravel, anak usaha Trip.com yang fokus pada perjalanan mewah dan khusus, bekerja sama dengan perusahaan wisata antariksa asal Amerika Serikat, Virgin Galactic. Paket itu mencakup penerbangan suborbital selama sekitar 90 menit.
Penerbangan akan dilakukan dari Spaceport America di dekat Las Cruces, New Mexico, Amerika Serikat. Sebelum penerbangan, peserta menjalani persiapan dan pelatihan di lokasi tersebut.
Pada hari kelima, peserta dijadwalkan menaiki wahana antariksa Virgin Galactic yang diluncurkan dari pesawat induk. Penerbangan suborbital selama sekitar 90 menit tersebut akan memberikan pengalaman beberapa menit tanpa bobot sekaligus kesempatan melihat lengkungan Bumi.
Apa yang Didapat dari Paket Rp13,3 Miliar?
Harga paket sebesar 5,1 juta yuan mencakup program penerbangan antariksa dan berbagai kebutuhan selama persiapan perjalanan. Paket tersebut antara lain mencakup pelatihan sebelum penerbangan, transportasi darat, akomodasi, pakaian antariksa, serta dokumentasi penerbangan.
Namun, sejumlah biaya tidak termasuk dalam harga paket. Di antaranya tiket pesawat pulang-pergi ke Amerika Serikat, visa, dan asuransi pribadi untuk penerbangan antariksa.
Paket wisata tersebut mulai dicantumkan di Trip.com pada pertengahan September 2026 dan kemudian menjadi perbincangan di media sosial China. Harga yang mencapai jutaan yuan memicu pembahasan mengenai konsumsi masyarakat kelas atas serta aspek keselamatan penerbangan antariksa.
Analis industri menilai pasar untuk layanan tersebut masih sangat terbatas.
“Produk ini menyasar segmen global yang sangat khusus,” ujar Wei Changren, pendiri platform berita keuangan pariwisata btiii.com, dilansir The Straits Times.
Wei mencatat, para pembeli harus memiliki kondisi fisik prima, toleransi risiko tinggi, serta kekayaan likuid dalam jumlah besar.
Adapun Li Xing, penggemar olahraga ekstrem yang tinggal di Beijing, menilai paket tersebut menawarkan pengalaman langka bagi masyarakat yang bukan astronaut terlatih. Namun, menurutnya, tarif yang ditawarkan belum terjangkau bagi kebanyakan orang.
“Kalau saya cukup kaya, saya akan mendaftar untuk perjalanan itu, tetapi harganya terlalu mahal bagi saya,” ucapnya.
China Mulai Mengembangkan Wisata Antariksa
Wei mengatakan wisata antariksa kemungkinan dapat menjadi lebih terjangkau pada masa mendatang. Ia menilai China telah mengembangkan teknologi peluncuran roket dan eksplorasi antariksa selama beberapa dekade terakhir.
Salah satu perusahaan yang mengembangkan teknologi penerbangan antariksa komersial adalah startup Beijing InterstellOr. Perusahaan tersebut mengembangkan wahana antariksa berawak yang dapat digunakan untuk penerbangan suborbital dan menargetkan penerbangan komersial pada sekitar 2028.
InterstellOr menyatakan pengembangan wahana CYZ1 diarahkan untuk memungkinkan penerbangan suborbital berawak yang dapat digunakan untuk wisata antariksa. Perusahaan tersebut menargetkan penerbangan komersial sekitar 2028.
Chen Xu, manajer senior InterstellOr, mengatakan persyaratan penumpang tur suborbital tidak seketat astronaut profesional.
“Para penumpang tidak boleh memiliki risiko penyakit kardiovaskular atau gangguan pergerakan, serta harus memiliki fungsi vestibular dan sirkulasi yang normal,” ujar Chen kepada Xinhua.
Chen menambahkan, pelatihan prapenerbangan ditujukan untuk mempersiapkan calon turis antariksa yang memenuhi syarat, bukan menjadi kompetisi eliminasi.
Dengan munculnya paket Trip.com dan pengembangan wahana komersial oleh perusahaan China, wisata antariksa mulai masuk ke pasar perjalanan premium. Namun, harga yang mencapai miliaran rupiah membuat layanan tersebut masih menyasar kelompok wisatawan dengan kemampuan finansial sangat tinggi.

