PARIS — Sejumlah wilayah di Prancis diminta memberlakukan jam malam setelah kerusuhan yang terjadi dalam rangkaian demonstrasi. Perdana Menteri Prancis, Sébastien Lecornu, mengatakan telah meminta otoritas regional menerapkan pembatasan aktivitas mulai pukul 20.00 waktu setempat.
Kerusuhan tersebut terjadi di tengah sorotan terhadap kondisi ekonomi Prancis dan menjelang enam bulan pelaksanaan pemilihan presiden. Situasi ini turut berdampak pada aktivitas masyarakat dan sektor perdagangan.
Di Paris, petugas melakukan pembersihan coretan grafiti pada sebuah patung di Place de la République pada Selasa (20/10/2026). Pembersihan dilakukan setelah aksi demonstrasi yang melibatkan sekelompok orang.
Peristiwa tersebut menjadi bagian dari situasi keamanan yang mendapat perhatian pemerintah. Langkah pemberlakuan jam malam di sejumlah wilayah dimaksudkan untuk merespons kondisi pascademonstrasi.
Lebih dari 3.000 Toko Dilaporkan Terdampak
Dampak kerusuhan juga dirasakan oleh sektor perdagangan dan ritel. Federasi Perdagangan dan Ritel melaporkan lebih dari 3.000 toko terdampak akibat kerusuhan tersebut.
Namun, informasi yang tersedia belum merinci bentuk dampak yang dialami setiap toko, termasuk apakah berupa kerusakan bangunan, penjarahan, atau gangguan operasional.
Pemberlakuan jam malam dan dampak terhadap kegiatan perdagangan menunjukkan bahwa situasi pascademonstrasi menjadi perhatian otoritas setempat.
Perkembangan selanjutnya akan bergantung pada kondisi keamanan di masing-masing wilayah serta kebijakan yang ditetapkan pemerintah daerah berdasarkan arahan pemerintah pusat.

