Menurut Wilson saat erupsi kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah barat dan erupsi tersebut juga terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 47.9 milimeter dengan durasi sekitar 34 detik.
Wilson menyampaikan Gunung Ili Lewotolok yang terletak di Pulau Lembata tersebut memiliki tinggi 1.423 meter di atas permukaan laut. Dan saat ini gunung itu berada pada status waspada atau level II.
PPGA mengimbau pada status waspada masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok untuk tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah dengan radius dua kilometer dari pusat aktivitas Gunung Ili Lewotolok.
Masyarakat Desa Lamatokan dan Desa Jontona agar selalu mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran atau longsoran lava dari bagian timur puncak atau kawah Gunung Ili Lewotolok.
“Masyarakat di sekitar G. Ili Lewotolok maupun pengunjung/pendaki/wisatawan serta masyarakat Desa Jontona dan Desa Todanara agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral selatan dan tenggara sejauh 2,5 km pusat aktivitas G. Ili Lewotolok, dan mewaspadai potensi ancaman bahaya dari guguran/longsoran lava dari bagian, selatan dan tenggara puncak/ kawah G. Ili Lewotolok,” tuturnya.
PPGA juga mengimbau agar masyarakat di sekitar Gunung Ili Lewotolok maupun pengunjung,pendaki dan wisatawan serta masyarakat Desa Amakaka agar tidak memasuki dan tidak melakukan aktivitas di dalam wilayah sektoral barat sejauh 2,5 km dari pusat aktivitas G. Ili Lewotolok.

