“Banyak travel yang sudah input data dan bayar layanan Masa’ir (layanan Arafah, Muzdalifah, Mina), tapi visanya tidak jadi,” kata Mufid seperti dilansir detikHikmah.
Para travel juga sudah memesan tiket pesawat dan hotel meski harganya melambung tinggi. Beberapa travel bahkan sudah membawa jemaahnya ke Jakarta, berharap visa turun di menit-menit terakhir.
“Ternyata sampai sekarang tidak ada yang terbit. Banyak travel yang sudah booking tiket dan hotel, bahkan ada yang dari bintang 3 di-upgrade ke bintang 5. Akhirnya rugi besar,” ujar Mufid.
Mufid bilang kerugian pihak travel mencapai ratusan juta, apalagi bagi yang jemaahnya di atas 50 orang, bisa sampai miliaran.
“Saya masih Belum bisa menghitung, yang jelas di atas Rp 100 (juta)an. Kalau jumlah jemaahnya misalnya sampai 50 ke atas ya sudah di atas Rp 1 M Rp 2 M,” ungkap Mufid yang juga pemilik travel haji dan umrah itu.Sebelumnya, Menteri Agama Nasaruddin Umar mengaku masih mengupayakan agar visa furoda bisa terbit.
“Iya, iya. Kita lagi menunggu Saudi. Itu kan di luar kewenangan kami ya. Tapi kami akan bantu, insyaallah,” ujar Nasaruddin saat ditemui wartawan di Kantor Kementerian Agama, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (29/5).
Nasaruddin sempat bilang sebagian jemaah furoda ada yang sudah mendapatkan visa, tetapi masih ada daftar tunggu.”Sebagian sudah ada, tapi masih ada daftar tunggunya, belum keluar. Nah, yang mengeluarkan visa kan di sana ya,” ujarnya.
Menag juga memastikan pihaknya terus melakukan komunikasi intensif dengan otoritas Arab Saudi, meski prosesnya diakuinya tidak mudah.Kabar tidak ada penerbitan visa furoda tahun ini dikonfirmasi DPP AMPHURI. Mereka mendatangi Kementerian Haji dan Umrah di Makkah, Kantor Urusan Haji (KUH) di Jeddah, serta berkoordinasi dengan Ditjen PHU Kemenag.

