Jambi – Pada 05-06/12/2025, Aliansi peduli bencana alam Sumatera yang terdiri dari organisasi GMKI Cabang Jambi, Himpunan Mahasiswa Papua Jambi, dan Unit Kegiatan Mahasiswa Halak Hita Fakultas Peternakan melakukan aksi kemanusiaan berupa penggalangan dana sebagai langkah dalam merespon peristiwa bencana alam yang menimpa Pulau Sumatera yang terdiri dari Provinsi Aceh, Sumatera Utara, dan Sumatera Barat.

Akibat dari bencana alam banjir bandang dan tanah longsor, menimbulkan banyaknya angka kerugian material dan ratusan korban jiwa yang terseret banjir bandang yang pada akhirnya status korban dinyatakan meninggal dunia.

Akibat peristiwa bencana alam yang sangat memprihatinkan, GMKI Cabang Jambi mencoba mengkonsolidasikan berbagai organisasi kemahasiswaan dan paguyuban sebagai upaya dalam menjalin komitmen serta kolaborasi untuk melaksanakan aksi solidaritas kemanusiaan yang dilaksanakan selama dua hari di Lampu Merah Simpang Rimbo, Provinsi Jambi.

Pada aksi galang dana yang dilaksanakan oleh Aliansi Mahasiswa Peduli Bencana Alam Sumatera di ketuai oleh Rijal Bahri Lumban Gaol sekaligus sebagai Koordinator Lapangan (KORLAP) selama pelaksanaan aksi penggalangan dana berlangsung. Di sela-sela aksi. Korlap aliansi mahasiswa menyampaikan ucapan duka cita mendalam atas peristiwa yang menimpa saudara/i yang ada di pulau sumatera.

“Saya mewakili seluruh Aliansi Mahasiswa Peduli Bencana Alam Sumatera menyampaikan duka cita yang mendalam atas terjadinya peristiwa bencana alam yang mengakibatkan ratusan korban jiwa berjatuhan disertai dengan kerugian material yang hangus sia-sia terbawa arus dan akibat timbunan tanah longsor. Saat ini kami juga sedang berusaha untuk mencoba meringankan beban yang sedang di derita masyarakat yang terdampak di Sumatera saat ini. “ Ujar Rijal Bahri Lumban Gaol

Di sela-sela aksi penggalangan dana, Aliansi Mahasiswa Peduli Bencana Alam Sumatera mendesak pemerintah pusat untuk menjadikan peristiwa bencana alam Sumatera sebagai bencana darurat dengan status bencana nasional.

“Hingga kini masih banyak masyarakat yang belum memperoleh bantuan dari pemerintah ataupun swasta dibeberapa daerah bencana yang lokasinya terpencil di 3 provinsi, sehingga sangat memungkinkan untuk terjadinya kelaparan, kurang air bersih, dan tidak terpenuhinya obat-obatan bagi masyarakat. Maka dari itu, kami menegaskan kepada pemerintah pusat yang dalam hal ini Presiden Prabowo Subianto untuk menetapkan peristiwa bencana Sumatera sebagai status bencana nasional agar segala bantuan makanan dan kebutuhan lainnya dapat terpenuhi guna memangkas angka kelaparan dan angka kematian pada masyarakat yang terdampak bencana”. Ujar Ketua GMKI Jambi Howard Simanjuntak.

Di akhir aksi penggalangan dana, Aliansi Mahasiswa Peduli Bencana Alam Sumatera mengajak seluruh masyarakat Indonesia untuk bersama-sama dalam mendoakan kerumitan yang sedang di alami masyarakat di Sumatera dan mengajak seluruh pihak untuk saling membantu baik melalui pemberian donasi makanan, pakaian, dan lainnya yang pada akhirnya akan disalurkan kepada masyarakat yang terdampak bencana.

Penulis: Rijal Bahri Lumban Gaol