SENGETI – Wakil Bupati Muaro Jambi, Junaidi Mahir, secara resmi hadir dan menyaksikan latihan lapangan penanggulangan kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang dilaksanakan oleh Korem 042/Garuda Putih bekerja sama dengan Kodam XX/Tuanku Imam Bonjol. Kegiatan tersebut berlangsung di Lapangan Bumi Perkemahan Abdurrahman Sayoeti-Musa, Kecamatan Sungai Gelam, pada hari Jumat, 31 Oktober 2025.

Latihan lapangan ini juga dihadiri oleh sejumlah pejabat penting, antara lain Pangdam XX/TIB Mayjen TNI Arif Gajah Mada, serta Wakil Gubernur Jambi, H. Abdullah Sani. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan kesiapsiagaan personel dalam menghadapi potensi kebakaran hutan dan lahan di Provinsi Jambi, khususnya di Kabupaten Muaro Jambi.

Dalam sambutannya, Wakil Bupati Junaidi Mahir memberikan apresiasi tinggi kepada jajaran TNI dan Pemerintah Provinsi Jambi yang memilih Kabupaten Muaro Jambi sebagai lokasi pelaksanaan latihan ini.

“Kami sangat berterima kasih kepada Bapak Pangdam XX/TIB Mayjen TNI Arif Gajah Mada dan Bapak Wakil Gubernur Jambi H. Abdullah Sani yang telah memberikan pelatihan langsung di lapangan. Kabupaten Muaro Jambi adalah daerah yang sangat rawan terhadap kebakaran hutan dan lahan, terutama karena banyaknya wilayah gambut,” ungkap Junaidi Mahir.

Wakil Bupati juga menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, TNI, Polri, dan masyarakat dalam mencegah serta menangani bencana Karhutla. Ia berharap seluruh pihak terkait dapat terus meningkatkan kewaspadaan, terutama menjelang musim kemarau.

“Melalui latihan ini, kita semua diingatkan kembali akan pentingnya kesiapsiagaan dan koordinasi lintas sektor dalam menghadapi ancaman kebakaran hutan dan lahan. Harapan kami, kejadian serupa di masa mendatang dapat dicegah lebih dini,” tambahnya.

Sebagai informasi, Kabupaten Muaro Jambi merupakan salah satu wilayah dengan kawasan lahan gambut terluas di Provinsi Jambi. Kondisi ini menjadikannya daerah dengan tingkat kerawanan Karhutla yang tinggi setiap tahunnya, yang membutuhkan perhatian khusus dari semua pihak.