Jambi – Komunitas pemberdayaan penyandang disabilitas, Rumah Mans Indonesia, menggelar kegiatan buka puasa bersama di Lemongras Cafe, Kota Jambi, Selasa (10/3/2026).
Kegiatan tersebut dihadiri oleh para penyandang disabilitas yang tergabung dalam komunitas tersebut serta menjadi momentum mempererat kebersamaan di bulan suci Ramadhan.
Pendiri Yayasan Rumah Mans Indonesia, Abdullah Mansuri, mengatakan kegiatan tersebut tidak hanya menjadi ajang silaturahmi, tetapi juga sebagai upaya mengajak masyarakat untuk lebih terbuka terhadap keberadaan penyandang disabilitas.
Menurut pria yang akrab disapa Ayah Mans itu, para penyandang disabilitas perlu diberi ruang untuk berkembang, berkarya, dan hidup mandiri di tengah masyarakat.
“Momentum ini sangat berharga bagi saya karena bisa berkumpul dengan anak-anak saya, menjalankan Ramadhan bersama dan berbuka puasa bersama. Kami ingin meyakinkan publik bahwa sudah saatnya membuka ruang bagi anak-anak disabilitas,” ujar Ayah Mans.
Ia juga mengajak para penyandang disabilitas yang selama ini masih merasa sendiri atau belum berani beraktivitas di ruang publik untuk bergabung bersama Rumah Mans Indonesia.
Menurutnya, para penyandang disabilitas dapat bergabung dengan komunitas tersebut melalui akun media sosial TikTok Rumah Mans Indonesia maupun melalui laman website resmi Rumah Mans.
“Bagi yang masih sendirian di rumah, yang belum berani keluar rumah, kami mengajak untuk bergabung menjadi bagian dari keluarga besar Rumah Mans di Jambi agar semangatnya tumbuh,” katanya.
Ayah Mans menegaskan bahwa para penyandang disabilitas tidak sendiri. Melalui Rumah Mans, mereka memiliki keluarga yang saling mendukung dan menjadi tempat bernaung untuk tumbuh bersama.
Saat ini, jumlah anggota Rumah Mans Indonesia di Jambi belum mencapai 100 orang. Meski demikian, sebaran anggotanya sudah menjangkau berbagai kabupaten dan kota di Provinsi Jambi.
Ke depan, Ayah Mans berharap semakin banyak penyandang disabilitas yang bergabung sehingga dapat saling menguatkan serta mengembangkan potensi yang dimiliki.
Salah satu anggota Rumah Mans, Siti, mengaku merasakan perubahan positif sejak bergabung dengan komunitas tersebut. Ia mengatakan kini lebih percaya diri dalam berinteraksi di lingkungan sosial.
“Rasanya lebih percaya diri di mana pun berada. Kami merasa punya rumah, punya kekuatan, dan tidak sendiri,” ujar Siti yang berasal dari Kabupaten Muaro Jambi.
Hal senada disampaikan anggota lainnya, Rita. Ia mengatakan keberadaan komunitas tersebut memberikan dampak besar bagi kemandirian para penyandang disabilitas. “Sekarang saya sudah bisa mandiri dari pesanan merajut,” ujarnya sambil menunjukkan hasil karyanya.
Ayah Mans pun meyakini bahwa keterbatasan fisik bukan penghalang bagi penyandang disabilitas untuk berkarya. Ia menilai banyak potensi besar yang dimiliki oleh para anggotanya.
“Ada banyak anak-anak saya yang punya karya hebat. Kita akan tunjukkan kepada dunia bahwa kita mampu bersaing,” pungkasnya. (*)
Buka Puasa Bersama, Rumah Mans Indonesia Ajak Penyandang Disabilitas Bangkit dan Mandiri
Penulis : Redaksi
Terkait
Terkini

