Jakarta — Klaim mengenai manfaat kurma muda untuk program hamil (promil) semakin ramai diperbincangkan. Tidak sedikit pasangan yang mencoba mengonsumsi kurma muda karena diyakini dapat meningkatkan peluang kehamilan secara alami.
Buah yang kerap dikaitkan dengan kesuburan ini berasal dari pohon Phoenix dactylifera dan telah menjadi bagian dari pola makan masyarakat Timur Tengah selama ribuan tahun. Secara tradisional, kurma dikonsumsi untuk menjaga stamina, mendukung kesehatan reproduksi, hingga membantu proses persalinan.
Apa Itu Kurma Muda?
Kurma muda adalah buah kurma yang dipanen sebelum mencapai kematangan penuh. Dibandingkan kurma kering, teksturnya lebih renyah, kadar airnya lebih tinggi, dan rasanya tidak terlalu manis.
Mengutip dari Verywell Health, kurma muda mengandung kalium dan magnesium dalam jumlah sedang. Sementara itu, kurma kering diketahui memiliki kandungan mikronutrien dan kalsium yang lebih tinggi.
Selain mineral, kurma juga kaya antioksidan seperti flavonoid dan senyawa fenolik. Kandungan ini berperan dalam membantu tubuh melawan stres oksidatif.
Kandungan Nutrisi dan Kaitannya dengan Kesuburan
Dilansir dari Biology Insights, salah satu dasar klaim manfaat kurma muda untuk kesuburan adalah kandungan antioksidannya. Stres oksidatif diketahui dapat merusak sel telur dan sperma sehingga berpotensi mengganggu proses pembuahan. Antioksidan membantu melindungi sel reproduksi dari kerusakan akibat radikal bebas.
Mineral seperti zinc berperan dalam metabolisme hormon reproduksi serta produksi sperma pada pria. Magnesium dan vitamin B turut mendukung keseimbangan hormon yang diperlukan untuk ovulasi yang sehat pada wanita.
Folat, yang penting pada masa pra-kehamilan, berfungsi dalam proses pembelahan sel dan pembentukan DNA. Asupan folat yang cukup membantu mempersiapkan tubuh untuk kehamilan yang sehat.
Namun demikian, penelitian yang secara khusus mengkaji efek kurma muda terhadap peningkatan angka kehamilan pada manusia masih terbatas. Sejumlah studi lebih banyak meneliti serbuk sari kurma, bukan buah kurma muda itu sendiri.
Hingga kini, belum ada penelitian berskala besar yang membuktikan bahwa konsumsi kurma muda secara langsung dapat meningkatkan peluang konsepsi.
Dukungan Nutrisi, Bukan Terapi Utama
Manfaat kurma muda lebih tepat dipandang sebagai dukungan nutrisi untuk kesehatan tubuh secara menyeluruh, termasuk sistem reproduksi. Kurma bukan terapi utama maupun pengganti penanganan medis pada kasus infertilitas.
Keberhasilan program hamil dipengaruhi banyak faktor, mulai dari usia, keseimbangan hormon, kualitas sperma, kesehatan rahim, berat badan, hingga manajemen stres. Pola makan sehat memang berperan penting, tetapi tidak bekerja secara tunggal.
Mengonsumsi kurma muda dalam jumlah wajar, misalnya 3–6 buah per hari, dapat menjadi bagian dari pola makan seimbang. Meski demikian, kandungan gula alaminya cukup tinggi. Bagi individu dengan gangguan gula darah atau sindrom ovarium polikistik (PCOS), konsultasi dengan dokter tetap dianjurkan.
Secara nutrisi, kurma muda mengandung berbagai zat yang mendukung kesehatan reproduksi. Namun, klaim bahwa kurma muda untuk promil secara langsung meningkatkan peluang hamil belum memiliki bukti ilmiah yang kuat. Pendekatan terbaik tetap melalui pola hidup sehat, pemeriksaan medis rutin, serta konsultasi dengan tenaga kesehatan.

