Jakarta — Seorang pematung di Ohio, Amerika Serikat, menolak menyerahkan patung yang menyerupai Presiden AS Donald Trump kepada pemesannya karena pembayaran proyek tersebut belum dilunasi.
Patung berbahan perunggu setinggi sekitar 4,5 meter itu dilapisi emas dan dipesan oleh sekelompok investor mata uang kripto. Namun menurut sang pematung, para pemesan masih memiliki tunggakan pembayaran sebesar 90 ribu dolar AS atau sekitar Rp1,5 miliar.
Ia menjelaskan bahwa patung tersebut dikerjakan bersama timnya dengan jadwal intensif, bahkan hingga tujuh hari dalam sepekan. Proses pelapisan emas pada patung tersebut disebut telah selesai pada awal Januari 2026.
Sebelumnya, kelompok investor yang memesan patung itu menyatakan bahwa Trump direncanakan akan meresmikan karya tersebut pada Desember 2025 atau Januari 2026.
Meski patung telah rampung, hingga kini pihak pemesan belum memberikan tanggapan lebih lanjut terkait pelunasan pembayaran maupun rencana peresmian patung tersebut.

