JAKARTA – Mantan asisten rumah tangga (ART) Rien Wartia Trigina alias Erin, Herawati, membantah tudingan telah melanggar privasi keluarga dengan mengunggah foto dan video anak-anak Erin dan Andre Taulany di media sosial disertai keterangan yang dianggap merendahkan.

Herawati menegaskan tidak memiliki niat buruk saat mengunggah konten tersebut. Menurutnya, unggahan itu dibuat semata-mata karena rasa senang bisa berinteraksi langsung dengan keluarga publik figur.

“Saya sudah jelasin, kalau itu hanya bercanda dan saya pun minta foto udah izin gitu loh,” kata Herawati.

Ia juga menjelaskan bahwa unggahan yang dipermasalahkan, termasuk yang berkaitan dengan karakter kartun, dibuat dalam konteks candaan tanpa maksud merendahkan siapa pun.

“Kalau yang masalah kartun itu, ya emang bercandaan, saya niatnya karena senang gitu loh, ketemu sama anaknya artis gitu,” lanjutnya seperti dikutip dari detikHot, Jumat (5/6).

Herawati mengaku tidak menyangka unggahan tersebut memicu keberatan dari pihak Erin hingga berujung pada laporan polisi terkait dugaan pelanggaran Undang-Undang Informasi dan Transaksi Elektronik (UU ITE).

Menurutnya, konten yang diunggah juga tidak menimbulkan kerugian bagi anak-anak Erin dan Andre Taulany.

“Ya mungkin saya akan meminta maaf gitu ke Mas Kenzy dan Mas Dio. Tapi merugikan juga enggak sih? Ya enggak, emang sebelum kerja di Bu Erin juga saya sudah sering bikin foto, main TikTok, gitu,” ujarnya.

Dalam menghadapi persoalan tersebut, Herawati bersama kuasa hukumnya, Deolipa Yumara, berencana meluruskan kesalahpahaman yang terjadi antara dirinya dan mantan majikan.

Deolipa menilai persoalan tersebut muncul akibat perbedaan persepsi mengenai batasan privasi dalam lingkungan rumah tangga. Ia berharap masalah tersebut dapat diselesaikan melalui komunikasi yang baik tanpa harus berlanjut ke proses hukum yang berkepanjangan.

“Ya, itu yang namanya kesalahpahaman tadi, kan? Itu yang nanti kami akan jernihkan selaku kuasa hukum,” kata Deolipa.

Ia juga memahami tindakan kliennya sebagai bentuk euforia karena merasa senang dapat bekerja di lingkungan keluarga selebritas.

“Jadi, ini namanya euforia. Orang kerja di tempat artis kan senang. Euforia, kan? Namanya kerja tempat artis, euforia. Saya juga kalau kerja di tempat artis, saya euforia juga,” ujarnya.

Konflik antara Herawati dan Erin bermula dari laporan dugaan penganiayaan ringan yang diajukan Herawati ke Polres Metro Jakarta Selatan pada 29 April 2026.

Sebagai respons, pihak Erin melaporkan Herawati atas dugaan pencemaran nama baik dan akses data pribadi terkait sejumlah konten media sosial yang dinilai melanggar privasi keluarga.