JAKARTA – Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi, mengungkapkan pelantikan tiga pimpinan baru Badan Gizi Nasional (BGN) oleh Presiden Prabowo Subianto direncanakan berlangsung pada pekan depan.

Menurut Prasetyo, penjadwalan tersebut dilakukan agar para pimpinan baru dapat lebih fokus menjalankan tugas dan melakukan pembenahan di lingkungan BGN pada masa awal kepemimpinan mereka.

“Kami agendakan di minggu depan, karena kami berpikir beliau dalam hari-hari pertama itu supaya fokus terlebih dulu untuk melakukan proses perbaikan-perbaikan di BGN. Kalau secara administratif, hukum, beliau bertiga sudah sah menjadi pimpinan BGN semenjak Keputusan Presiden ditetapkan,” kata Prasetyo di Istana Kepresidenan Jakarta, Kamis (4/6).

Prasetyo menjelaskan salah satu alasan penunjukan Nanik sebagai Kepala BGN adalah karena yang bersangkutan dinilai telah memahami alur kerja lembaga tersebut.

Sebelum ditunjuk sebagai Kepala BGN, Nanik menjabat sebagai Wakil Kepala BGN. Pengalaman tersebut dinilai membuatnya memahami berbagai proses dan program yang dijalankan lembaga tersebut.

Selain itu, Nanik juga dianggap memiliki kedisiplinan yang tinggi, terutama dalam aspek evaluasi, monitoring, serta pelaksanaan standar operasional prosedur (SOP).

“Kedisiplinan dalam menjalankan SOP-SOP, kedisiplinan dalam menjalankan manajemen di BGN, kedisiplinan juga dalam menjaga kualitas makanan yang kita sajikan ke seluruh penerima manfaat, itu beberapa dasar pertimbangan untuk kita minta ke beliau,” ujarnya.

Nanik ditunjuk sebagai Kepala BGN menggantikan Dadan Hindayana.

Sebelumnya, Dadan dicopot dari jabatannya. Sehari setelah pencopotan tersebut, Kejaksaan Agung menetapkan Dadan sebagai tersangka dalam kasus dugaan korupsi.

Dalam perkara yang sama, dua Wakil Kepala BGN lainnya, yakni Lodewyk Pusung dan Sony Sonjaya, juga ditetapkan sebagai tersangka.

Selain mengangkat Nanik sebagai Kepala BGN, Presiden Prabowo Subianto juga menunjuk Agustina Arumsari dan Mayjen TNI Trenggono sebagai Wakil Kepala BGN yang baru.