Jakarta — Seorang pemuda diamankan warga setelah diduga membeli sepeda motor menggunakan uang palsu senilai Rp12 juta di Jalan Pahlawan Revolusi, Pondok Bambu, Duren Sawit, Jakarta Timur.
Peristiwa tersebut terjadi saat pelaku diduga melakukan transaksi jual beli sepeda motor secara cash on delivery (COD) atau bayar di tempat. Dalam transaksi itu, pelaku menyerahkan uang tunai kepada penjual sebagai pembayaran kendaraan yang dibelinya.
Namun, setelah uang diterima dan diperiksa, penjual mencurigai bahwa uang tersebut merupakan uang palsu.
“Katanya beli motor secara cash on delivery (COD/bayar di tempat). Setelah uang diperiksa ternyata diduga uang palsu. Korban langsung mengejar, lalu pelaku berhasil diamankan warga sebelum akhirnya dibawa polisi,” kata salah seorang warga, Atikah, di Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (11/6), dikutip dari Antara.
Pelaku yang identitasnya belum diketahui itu kemudian berusaha melarikan diri. Menyadari dirinya diduga menjadi korban penipuan, pemilik sepeda motor langsung melakukan pengejaran.
Aksi tersebut menarik perhatian warga sekitar yang kemudian turut membantu mengejar dan mengamankan pelaku. Tidak lama berselang, pelaku berhasil ditangkap sebelum akhirnya diserahkan kepada pihak kepolisian.
Situasi di lokasi sempat memanas setelah pelaku diamankan. Sejumlah warga yang kesal atas dugaan tindakan penipuan tersebut meluapkan kemarahannya kepada pelaku. Kerumunan warga terus bertambah dan membuat suasana di sekitar lokasi menjadi tegang.
Petugas kepolisian yang tiba di lokasi segera mengambil langkah cepat untuk mengendalikan keadaan dan mencegah terjadinya aksi main hakim sendiri terhadap pelaku.
Setelah situasi berhasil ditenangkan, pelaku beserta barang bukti langsung dibawa ke Polsek Duren Sawit untuk menjalani pemeriksaan lebih lanjut.
Dalam penanganan kasus ini, polisi turut mengamankan uang yang diduga palsu senilai Rp12 juta dalam pecahan Rp50 ribu. Barang bukti tersebut akan menjadi bagian dari proses penyelidikan yang sedang berlangsung.
Peristiwa ini juga sempat berdampak pada arus lalu lintas di sekitar lokasi kejadian. Kerumunan warga yang memadati Jalan Pahlawan Revolusi menyebabkan kendaraan melambat, terutama dari arah Klender menuju Kalimalang.
Hingga kini, pihak kepolisian masih melakukan penyelidikan guna memastikan asal-usul uang yang diduga palsu tersebut serta mendalami kemungkinan adanya keterlibatan pihak lain dalam kasus tersebut.

