Jakarta — Helikopter Apache milik Angkatan Darat Amerika Serikat (AS) mengalami peningkatan kecelakaan sepanjang tahun fiskal 2026. Sejak Oktober, sedikitnya lima kecelakaan besar terjadi, termasuk insiden di Texas yang menewaskan dua tentara pada awal Agustus.

Analisis CNN terhadap data kecelakaan militer menunjukkan tingkat kecelakaan besar Apache tahun ini diperkirakan menjadi yang terburuk kedua sejak model AH-64 baru diperkenalkan pada 2011.

Hingga 15 Agustus, helikopter Apache mencatat sekitar 80.171 jam terbang pada tahun fiskal 2026. Dalam periode tersebut, terjadi lima kecelakaan Kelas A.

Angkatan Darat AS menggunakan kategori Kelas A untuk kecelakaan yang menyebabkan kematian atau cacat permanen, kehilangan pesawat, atau kerugian sedikitnya US$2,5 juta.

Berdasarkan perhitungan CNN, tingkat kecelakaan besar Apache tahun ini mencapai sekitar 6,24 kecelakaan per 100.000 jam terbang.

Angka tersebut mendekati tingkat kecelakaan pada tahun fiskal 2024. Saat itu, Apache mengalami sembilan kecelakaan besar dengan tingkat 7,02 kecelakaan per 100.000 jam terbang.

Kecelakaan Apache dan penghentian penerbangan

Salah satu kecelakaan terbaru terjadi di Texas pada awal Agustus. Insiden tersebut menewaskan dua tentara dan memicu kebakaran hutan di sekitar lokasi kejadian.

Setelah kecelakaan itu, Angkatan Darat AS menghentikan sementara penerbangan latihan rutin bagi pilot Apache. Penghentian tersebut tidak berlaku bagi unit yang sedang dikerahkan ke Timur Tengah.

Larangan penerbangan kemudian berakhir pada Rabu.

Hingga kini, penyebab meningkatnya kecelakaan helikopter Apache belum diketahui secara pasti.

Buletin keselamatan penerbangan Angkatan Darat AS pada Juli menyebut lebih dari setengah kecelakaan Apache, termasuk kecelakaan ringan, terutama disebabkan oleh kesalahan manusia.

Namun, persoalan pada sistem transmisi juga menjadi perhatian.

Masalah transmisi Apache ikut diselidiki

Dua pesan keselamatan internal Angkatan Darat AS menyebut sejumlah transmisi Apache berpotensi mengalami kerusakan.

Masalah tersebut dapat mengganggu rotor ekor, sistem kelistrikan, dan sistem hidrolik helikopter. Jika sistem tersebut kehilangan fungsi, Apache dapat berputar secara tiba-tiba dan pilot berpotensi kehilangan kendali atas helikopter.

Hingga pertengahan Juli, Angkatan Darat AS masih menyelidiki penyebab masalah tersebut.

Dalam pesan keselamatan pada April, Angkatan Darat mengidentifikasi 70 transmisi yang berpotensi rusak. Unit terkait kemudian diperintahkan menghentikan penerbangan Apache yang menggunakan transmisi tersebut hingga perbaikan dilakukan.

Pada pertengahan Juli, Angkatan Darat menambahkan 10 transmisi lain ke dalam daftar yang berpotensi bermasalah.

Secara keseluruhan, dua pesan keselamatan tersebut berdampak pada sekitar sepersepuluh armada helikopter serang Angkatan Darat AS.

Meski masalah transmisi menjadi perhatian, belum ada kepastian bahwa kerusakan tersebut menjadi penyebab kecelakaan tertentu.

Angkatan Darat AS belum ungkap penyebab kecelakaan

Juru bicara Angkatan Darat AS, Mayor Montrell Russell, mengatakan pihaknya belum dapat memberikan informasi teknis mengenai penyelidikan kecelakaan maupun transmisi Apache.

“Kami menyampaikan rasa duka cita yang mendalam atas kehilangan dua prajurit di dekat Fort Hood,” kata Russell kepada CNN.

Russell juga menegaskan bahwa “pencantuman pesan-pesan ini dalam tinjauan keselamatan tidak menyiratkan penyebab kecelakaan individu apa pun.”

Pernyataan tersebut menunjukkan bahwa penyelidikan terhadap kecelakaan Apache masih berlangsung dan belum menetapkan hubungan langsung antara persoalan transmisi dengan kecelakaan yang terjadi.

Boeing bantu pemeriksaan transmisi Apache

Pabrikan Apache, Boeing, telah mengirimkan tim ke fasilitas pemeliharaan Angkatan Darat AS. Tim tersebut membantu memeriksa dan memperbaiki transmisi yang terdampak.

Angkatan Darat AS dan Boeing belum menjawab pertanyaan mengenai bagaimana bagian-bagian yang berpotensi mengalami kerusakan tersebut diidentifikasi.

Juru bicara Boeing mengonfirmasi kepada CNN bahwa perusahaan tersebut “mendukung penyelidikan Angkatan Darat AS untuk memastikan kesiapan operasional dan keselamatan pesawat yang terkena dampak,” tetapi mengarahkan pertanyaan tambahan kepada Angkatan Darat.

Dengan lima kecelakaan Kelas A hingga pertengahan Agustus dan persoalan transmisi yang masih ditangani, keselamatan operasional helikopter Apache menjadi perhatian Angkatan Darat AS. Namun, penyebab pasti meningkatnya kecelakaan masih menunggu hasil penyelidikan.