JAKARTA — Board of Peace (BoP) atau Dewan Perdamaian menyatakan penarikan militer Israel dari Jalur Gaza hanya akan dilakukan setelah proses pelucutan senjata Hamas selesai.

Pernyataan tersebut disampaikan setelah Direktur BoP Nickolay Mladenov bertemu Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu di Yerusalem Barat pada Senin (3/8).

Dalam pernyataannya, BoP menegaskan penarikan pasukan Israel di luar Yellow Line atau Garis Kuning bergantung pada penyelesaian proses pelucutan senjata.

“Bertentangan dengan laporan yang tidak akurat, kami mencatat bahwa penarikan [militer Israel] di luar Garis Kuning hanya akan terjadi setelah pelucutan senjata selesai, seperti yang dijanjikan Hamas kepada pada mediator,” demikian pernyataan Dewan Perdamaian.

BoP menyatakan ketentuan tersebut berlaku terhadap berbagai jenis persenjataan hingga terowongan.

“Ini berlaku untuk senjata ringan, senjata berat, dan terowongan,” lanjut pernyataan BoP, dilansir Al Jazeera.

Yellow Line merupakan zona demarkasi atau garis batas militer di Jalur Gaza yang memisahkan wilayah kendali penuh militer Israel di bagian timur dan utara dengan wilayah barat yang dihuni warga sipil Palestina.

BoP menyebut tujuan dari proses tersebut adalah pelucutan senjata secara menyeluruh di Jalur Gaza dan transisi menuju pemerintahan sipil.

“Tujuannya jelas dan tidak perlu dipertanyakan: pelucutan senjata secara menyeluruh di Jalur Gaza dan transisi dari pemerintahan dengan senjata, ke pemerintahan sipil,” lanjut pernyataan itu.

Hamas Desak Israel Jalankan Kesepakatan

Di tengah tuntutan pelucutan senjata tersebut, Hamas bersikeras kesepakatan tidak akan dilaksanakan kecuali Israel menjalankan bagiannya dalam perjanjian.

Dalam pembicaraan dengan Netanyahu, Mladenov juga mendesak agar serangan terhadap Gaza dihentikan.

Namun, Israel menolak permintaan tersebut meski terdapat “gencatan senjata” pada Oktober 2025.

Sejak saat itu, lebih dari 1.200 warga Palestina dilaporkan tewas.