JAKARTA – Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menyebut PT Transportasi Jakarta (Transjakarta) akan mengelola transportasi laut hingga mencakup wilayah Kepulauan Seribu mulai 2027.
Selama ini, pengelolaan transportasi laut di wilayah tersebut berada di bawah Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta.
Pramono mengatakan pengalihan pengelolaan kepada badan usaha milik daerah (BUMD), dalam hal ini Transjakarta, merupakan bagian dari upaya membuat transportasi Jakarta hingga Kepulauan Seribu lebih mudah dan efisien.
“Mulai tahun depan, dari seluruh kota maupun Kepulauan Seribu, transportasinya harus lebih mudah dan efisien. Pengelolaannya tidak lagi dikelola oleh Dinas Perhubungan, tetapi akan diberikan kepada BUMD, dalam hal ini Transjakarta,” kata Pramono di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (9/8), dikutip Antara.
Menurut Pramono, keputusan tersebut menjadi upaya strategis untuk memperbaiki sistem transportasi antara wilayah daratan dan kepulauan.
Transjakarta Akan Kelola Transportasi Laut
Pramono menyebut masyarakat Kepulauan Seribu berhak mendapatkan akses dan fasilitas transportasi publik yang setara dengan warga di lima wilayah kota administrasi Jakarta.
“Kita harus adil bagi semua warga Jakarta, termasuk di Kepulauan Seribu. Maka saya sudah memutuskan, mulai tahun depan nanti, dari seluruh kota yang ada di Jakarta mau ke Kepulauan Seribu itu transportasinya harus lebih mudah, lebih efisien, dan Kepulauan Seribu merasa memiliki dan menjadi bagian itu,” ucapnya.
Kebijakan tersebut ditujukan untuk mempermudah perjalanan warga dari daratan Jakarta menuju Kepulauan Seribu. Kemudahan yang sama juga diharapkan dirasakan masyarakat Kepulauan Seribu ketika hendak bepergian ke berbagai wilayah di Jakarta.
“Dengan demikian warga di Pulau Seribu pasti akan mendapatkan kemudahan transportasi ke Pulau Seribu,” imbuhnya.
Dengan rencana tersebut, pengelolaan transportasi laut yang selama ini berada di bawah Dishub DKI Jakarta akan dialihkan kepada BUMD, yakni Transjakarta, mulai 2027.
LRT Kelapa Gading-Manggarai Ditargetkan Diresmikan Agustus 2026
Dalam kesempatan yang sama, Pramono juga menyampaikan perkembangan proyek LRT Jakarta rute Kelapa Gading-Manggarai.
Proyek tersebut dibangun sepenuhnya oleh Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan ditargetkan diresmikan pada Agustus 2026.
LRT Kelapa Gading-Manggarai memiliki panjang lintasan sekitar 12,2 kilometer dan akan melayani 11 stasiun. Nilai investasi atau anggaran pembangunan proyek tersebut mencapai sekitar Rp12,1 triliun.
Pramono berharap peresmian LRT tersebut dapat dilakukan oleh Presiden Prabowo Subianto.
“Mulai dari Kelapa Gading sampai Manggarai sepanjang 12,2 kilometer, investasinya atau budget-nya kurang lebih Rp12,1 triliun, berhenti di 11 stasiun, waktu tempuhnya 28 menit, akan segera diresmikan,” ucap Pramono.
LRT tersebut ditargetkan memiliki waktu tempuh sekitar 28 menit dari Kelapa Gading menuju Manggarai.

