Jakarta – BYD berencana menghadirkan kendaraan yang menggunakan teknologi baterai solid-state pada 2027. Rencana tersebut disampaikan Executive Vice President BYD, Stella Li, dalam wawancara bersama Carwow.es di Valencia, Spanyol.
Li mengatakan BYD tengah mempelajari berbagai teknologi baterai melalui divisi riset dan pengembangannya (research and development/R&D).
“Teknologi baterai apa pun, saya jamin Anda akan menemukannya di salah satu sudut R&D BYD; kami sedang memelajarinya,” kata Li, melansir CarNewsChina, Minggu (13/9).
Pernyataan tersebut menunjukkan BYD menargetkan demonstrasi teknologi baterai solid-state dalam waktu dekat. Meski demikian, perusahaan belum menentukan jadwal peluncuran kendaraan secara retail maupun lini produksi untuk model tersebut.
BYD Siapkan Satu Model Baterai Solid-State
Li secara langsung menyebut BYD akan memiliki satu model kendaraan yang menggunakan teknologi baterai solid-state pada tahun depan.
“Jadi, berbicara tentang baterai solid-state, BYD berada di posisi terdepan; kami berada di posisi terdepan untuk lini komersial, dan untuk teknologinya. Jadi untuk membuktikannya, bahkan tahun depan kami akan memiliki satu model yang akan menjadi model pertama dengan teknologi tersebut di sana,” ujar Li.
Pernyataan tersebut menjadi indikasi bahwa BYD ingin menguji teknologi baterai solid-state langsung pada kendaraan, bukan hanya mengembangkannya di lingkungan laboratorium.
Namun, sejumlah informasi penting mengenai kendaraan tersebut masih belum diungkapkan. BYD belum memberikan tanggal pasti produksi, nama kendaraan, spesifikasi baterai, maupun angka performa dari model yang dimaksud.
Produksi Massal Belum Dilakukan
Li juga menekankan bahwa pengembangan baterai BYD tidak hanya berfokus pada kimia sel. Divisi baterai perusahaan turut mempelajari berbagai aspek pendukung teknologi tersebut.
Meski telah mengonfirmasi rencana menghadirkan kendaraan dengan baterai solid-state pada 2027, tahap tersebut masih berkaitan dengan pembuktian teknologi.
Untuk produksi massal, BYD memproyeksikan proses tersebut baru dapat terealisasi dalam beberapa tahun mendatang.
Artinya, kehadiran kendaraan dengan baterai solid-state pada 2027 belum dapat disamakan dengan dimulainya produksi massal kendaraan listrik BYD dengan teknologi tersebut.
Rencana ini menjadi langkah awal BYD untuk membuktikan keandalan teknologi baterai solid-state melalui penggunaan langsung pada kendaraan.

