Jakarta — Badan Pengawas Obat dan Makanan (BPOM) RI mengimbau masyarakat, khususnya orang tua, yang telah terlanjur membeli produk susu formula Nestle yang terdampak isu kontaminasi cereulide agar menghentikan penggunaan produk tersebut.

“Kembalikan produk tersebut ke tempat pembelian atau hubungi layanan konsumen PT Nestle Indonesia untuk proses pengembalian atau penukaran,” demikian imbauan BPOM dalam keterangan tertulis, Rabu (14/1).

Produk yang dimaksud adalah Nestle S-26 Gold pHPro 1 dengan nomor bets 51530017C2 dan 51540017A1. Kedua bets tersebut terdampak kabar potensi kontaminasi cereulide.

Cereulide merupakan toksin bakteri yang dikenal sangat sulit dihancurkan, bahkan tidak rusak meski dipanaskan dengan air mendidih. Jika tertelan, khususnya oleh bayi, toksin ini dapat memicu gejala keracunan seperti mual dan muntah hebat, kram perut, serta diare dalam waktu singkat.

Sebelumnya, Nestle telah menarik sejumlah produk susu formula di beberapa negara menyusul temuan potensi kontaminasi cereulide. Berdasarkan penelusuran data importasi BPOM, dua nomor bets produk susu formula tersebut juga diketahui telah masuk ke Indonesia.

“Namun, hasil pengujian terhadap sampel dari kedua bets menunjukkan bahwa toksin cereulide tidak terdeteksi,” ujar Kepala BPOM RI Taruna Ikrar, dikutip dari Antara.

Taruna menambahkan, hingga saat ini belum terdapat laporan kejadian sakit yang terkonfirmasi di Indonesia dan berkaitan dengan konsumsi produk susu formula tersebut.

Sementara itu, PT Nestle Indonesia menyatakan telah menarik seluruh produk susu formula bayi dengan nomor bets terdampak secara sukarela di bawah pengawasan BPOM.

“Keamanan pangan dan kesejahteraan bayi adalah prioritas utama kami. Masalah ini teridentifikasi berasal dari bahan baku minyak arachidonic acid (ARA) yang dipasok oleh salah satu mitra kami,” ungkap pihak Nestle dalam pernyataan resminya.