Jakarta — Korps Garda Revolusi Islam Iran (IRGC) meluncurkan rudal Sejjil dalam konfrontasi melawan Amerika Serikat dan Israel.

Kantor Hubungan Masyarakat IRGC melaporkan bahwa rudal tersebut digunakan dalam serangan balasan Iran ke wilayah Israel pada Minggu (15/3).

Sejjil merupakan rudal balistik Iran berbahan bakar padat yang dikembangkan untuk menggantikan rudal berbahan bakar cair seperti Shahab.

Rudal ini memiliki sejumlah keunggulan, di antaranya waktu persiapan peluncuran yang lebih singkat serta mobilitas tinggi, sehingga lebih sulit dideteksi dan dihancurkan sebelum diluncurkan.

Sejumlah sumber menyebutkan bahwa Sejjil memiliki jangkauan sekitar 2.000 hingga 2.500 kilometer. Jarak tersebut dinilai cukup untuk menjangkau wilayah Israel, Arab Saudi, hingga pangkalan Amerika Serikat di kawasan Timur Tengah.

Berdasarkan laman missilethreat.com, rudal ini memiliki panjang sekitar 18 meter, diameter 1,25 meter, dan berat peluncuran mencapai 23.600 kilogram. Sejjil mampu membawa muatan sekitar 700 kilogram hingga jarak 2.000 kilometer, dengan kemungkinan hulu ledak berupa High Explosive (HE).

Uji peluncuran pertama dilakukan pada 2008, dengan jarak tempuh sekitar 800 kilometer. Peluncuran kedua berlangsung pada Mei 2009 untuk menguji peningkatan sistem panduan dan navigasi.

Sejak 2009, setidaknya empat uji penerbangan tambahan telah dilakukan. Pada uji keenam, rudal ini dilaporkan mampu terbang sejauh 1.900 kilometer hingga mencapai Samudra Hindia.

Sejjil disebut sebagai desain yang unik dari Iran. Meski sempat dikaitkan dengan rudal DF-11 dan DF-15 buatan China, ukuran serta spesifikasinya menunjukkan karakteristik yang berbeda.

Berbeda dengan sejumlah sistem rudal Iran sebelumnya, Sejjil juga tidak dianggap sebagai hasil salinan dari rudal Korea Utara yang telah ada.

Meski demikian, proyek pengembangan rudal ini diduga memperoleh kemajuan melalui bantuan asing. Dengan desain yang relatif baru, Iran kemungkinan masih memerlukan berbagai pengujian sebelum mengoperasikannya secara penuh.

Sistem Sejjil juga diduga memiliki beberapa varian. Pada 2009, Iran menyebut salah satu uji peluncuran sebagai Sejjil 2.

Sementara itu, laporan yang belum terkonfirmasi menyebutkan bahwa Sejjil 3 tengah dikembangkan. Varian ini dikabarkan memiliki tiga tahap, jangkauan hingga 4.000 kilometer, serta berat peluncuran sekitar 38.000 kilogram.

Setelah sempat tidak terdengar selama hampir satu dekade, Sejjil kembali muncul pada 2021. Rekaman uji terbaru menunjukkan adanya peningkatan pada sistem pemandu, termasuk penggunaan sistem “strap-down” yang lebih kokoh serta penambahan sirip jet yang diadaptasi dari rudal Ghadr.