Jakarta — Dana Moneter Internasional (IMF) dan Bank Dunia resmi memulihkan hubungan dengan Venezuela, membuka peluang bagi negara tersebut untuk kembali menerima dukungan keuangan internasional.
Keputusan ini diambil berdasarkan dukungan mayoritas negara anggota IMF, sekaligus menandai berakhirnya pembekuan hubungan sejak 2019 akibat persoalan pengakuan pemerintahan.
IMF menyatakan kini kembali berhubungan dengan pemerintah Venezuela di bawah kepemimpinan Presiden sementara Delcy Rodríguez. Langkah ini juga diikuti oleh Bank Dunia yang turut melanjutkan kembali kerja sama dengan Caracas.
Peluang Dana dan Dukungan Ekonomi
Pemulihan hubungan ini membuka jalan bagi sejumlah langkah penting, mulai dari pengumpulan data ekonomi, pemberian nasihat teknis, hingga kemungkinan bantuan keuangan jika diminta pemerintah Venezuela.
IMF bahkan berpotensi membuka akses terhadap miliaran dolar dana, termasuk hak penarikan khusus (SDR) yang sebelumnya dibekukan.
Selain itu, langkah ini dinilai dapat meningkatkan kepercayaan investor global terhadap Venezuela, yang memiliki cadangan minyak terbesar di dunia.
Perubahan Politik Jadi Latar Belakang
Pemulihan hubungan ini terjadi setelah perubahan besar dalam politik Venezuela, termasuk peralihan kekuasaan dari Presiden Nicolás Maduro kepada pemerintahan sementara Delcy Rodríguez.
Sejak itu, hubungan Venezuela dengan Amerika Serikat dan lembaga internasional mulai membaik, termasuk pelonggaran sanksi serta dorongan pembukaan investasi asing, khususnya di sektor energi.
Akhiri Kebekuan Bertahun-tahun
Hubungan antara Venezuela dengan IMF dan Bank Dunia sebelumnya memburuk sejak 2019, bahkan kerja sama finansial telah terhenti lebih lama lagi. IMF terakhir melakukan penilaian ekonomi Venezuela pada 2004, sementara pinjaman terakhir Bank Dunia terjadi pada 2005.
Dengan dibukanya kembali relasi ini, Venezuela berpeluang memasuki fase baru pemulihan ekonomi setelah bertahun-tahun mengalami krisis dan isolasi internasional.

