Jakarta — Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengungkapkan aliran modal asing mulai kembali masuk ke pasar keuangan domestik setelah sempat mengalami arus keluar modal atau capital outflow pada awal 2026.

Perry menyebut hingga 30 April 2026, aliran modal asing masuk (capital inflow) tercatat mencapai US$3,3 miliar atau sekitar Rp57,09 triliun dengan asumsi kurs Rp17.296 per dolar AS.

Menurutnya, dana asing tersebut mayoritas masuk ke instrumen Sekuritas Rupiah Bank Indonesia (SRBI) dan Surat Berharga Negara (SBN).

“Aliran masuk modal asing juga masuk hingga 30 April US$3,3 miliar pada SRBI dan SBN setelah outflow US$1,7 miliar di triwulan I 2026,” ujar Perry dalam konferensi pers Komite Stabilitas Sistem Keuangan (KSSK), Kamis (7/5).

Perry menilai ketahanan eksternal Indonesia masih cukup kuat di tengah meningkatnya ketidakpastian global, termasuk tekanan geopolitik dan gejolak pasar keuangan internasional.

Ia mengatakan kondisi tersebut ditopang oleh pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,61 persen pada kuartal I 2026, serta surplus neraca perdagangan sebesar US$5,5 miliar sepanjang Januari hingga Maret 2026.

Sementara itu, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa juga menyampaikan bahwa aliran modal asing mulai meningkat sepanjang April 2026.

Purbaya mencatat total arus modal asing masuk secara neto mencapai Rp10,4 triliun hingga akhir April 2026. Khusus selama April 2026, inflow tercatat sebesar Rp38,5 triliun.

Ia merinci dana asing yang masuk ke instrumen Surat Berharga Negara (SBN) sepanjang April mencapai Rp13,4 triliun. Meski demikian, secara tahun berjalan instrumen tersebut masih mencatat arus keluar modal sebesar Rp11,7 triliun.

Di sisi lain, instrumen SRBI mencatat inflow sebesar Rp42,2 triliun selama April 2026 dan secara kumulatif mencapai Rp72 triliun sejak awal tahun.

Meski aliran modal asing mulai kembali masuk ke pasar keuangan domestik, pasar saham masih mencatat arus keluar modal asing sebesar Rp17 triliun sepanjang April 2026.

Secara kumulatif sejak Januari 2026, pasar saham Indonesia tercatat mengalami outflow sebesar Rp49,9 triliun.